Dialektik. id, TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Paguyuban Kawulo Alit yang digelar di Jalan Perjuangan, Sabanar Baru, Tanjung Selor, pada Sabtu (9/5). Dalam momentum tersebut, orang nomor dua di Kaltara ini menekankan pentingnya merawat harmoni sosial di tengah kemajemukan masyarakat.
Acara yang menandai sewindu berdirinya Kawulo Alit ini mengusung tema “Membumikan Kemajemukan Merawat Gotong Royong”. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi sosiologis Kalimantan Utara yang dihuni oleh beragam suku, agama, dan budaya.
Dalam sambutannya, Wagub Ingkong Ala menyatakan bahwa keberagaman yang dimiliki Kaltara bukanlah sebuah sekat pemisah, melainkan aset daerah yang sangat berharga. Namun, ia mengingatkan bahwa aset ini harus terus dirawat dengan komunikasi yang inklusif serta penguatan budaya gotong royong di akar rumput.
“Kemajemukan di Kaltara adalah kekayaan kita bersama. Melalui komunikasi yang terbuka dan semangat gotong royong, kita bisa mengantisipasi potensi gesekan dan memperkokoh persatuan,” ujar Ingkong Ala di hadapan para pengurus dan anggota Kawulo Alit serta tokoh masyarakat yang hadir.
Sinergi untuk Pembangunan Daerah
Lebih lanjut, Wagub berharap peringatan HUT ke-8 ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Ia mendorong Kawulo Alit untuk terus bertransformasi menjadi ruang yang mempererat tali persaudaraan, sekaligus memperkuat sinergi antara elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, partisipasi aktif dari organisasi kemasyarakatan seperti Kawulo Alit sangat dibutuhkan untuk mengawal dan menyukseskan berbagai program pembangunan di Kaltara.
Acara syukuran yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini ditutup dengan ucapan selamat dan doa dari Wagub untuk eksistensi organisasi ke depan.
“Dirgahayu ke-8 Kawulo Alit. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menular ke seluruh lapisan masyarakat, demi mewujudkan Kaltara yang maju, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.
