AdvertorialKaltara

Wagub Hadiri Mubes LADK Bulungan, Tekankan Peran Strategis Adat dalam Pembangunan

760

Dialektik.id, TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menghadiri pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Lembaga Adat Dayak Kenyah Kabupaten Bulungan yang berlangsung di Balai Adat Pemuda Dayak, Kamis (28/5).

Dalam sambutannya, Ingkong Ala menegaskan bahwa Musyawarah Besar bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk menentukan arah dan masa depan lembaga adat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Musyawarah besar ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi wadah strategis untuk menata kembali arah perjalanan lembaga adat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan terus memberikan dukungan kepada organisasi kemasyarakatan dan kesukuan sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan, keharmonisan, dan stabilitas sosial masyarakat.

Menurutnya, lembaga adat memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan, memperkuat ketahanan sosial, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di Bumi Tenguyun.

“Adat Dayak Kenyah tidak anti terhadap pembangunan. Namun pembangunan tanpa melibatkan nilai adat dan budaya lokal akan kehilangan fondasinya,” tegas Ingkong.

Karena itu, ia mendorong kepengurusan LADK Bulungan yang akan datang agar mampu membangun organisasi yang solid, transparan, dan berjalan dalam satu komando demi mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat adat.

Ingkong berharap LADK dapat menjadi rumah besar bagi seluruh sub-suku Dayak Kenyah untuk menyusun agenda kerja yang terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelestarian budaya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyampaikan apresiasi terhadap rencana pengaktifan kembali Sekolah Adat Kenyah di wilayah Long Peso dan sekitarnya. Keberadaan sekolah adat tersebut dinilai penting sebagai sarana pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.

Melalui sekolah adat, berbagai kearifan lokal seperti seni ukir, anyaman, permainan alat musik sape’, hingga pengetahuan pengobatan tradisional dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus.

Selain fokus pada pelestarian budaya, Ingkong yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Utara menegaskan pentingnya penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya. Menurutnya, produk-produk lokal masyarakat adat perlu mendapatkan akses pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital serta berbagai kegiatan promosi budaya.

Ia mencontohkan pemanfaatan platform digital DAD Mart dan partisipasi dalam berbagai pameran kebudayaan regional, termasuk Festival Irau, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi produk masyarakat adat.

Lebih lanjut, Ingkong menegaskan bahwa masyarakat adat Dayak Kenyah siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga wilayah perbatasan, melestarikan lingkungan hidup, serta menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di Kalimantan Utara.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta Mubes untuk terus menjaga semangat persatuan, kebersamaan, dan musyawarah mufakat demi menjaga marwah lembaga adat serta memperkuat kontribusinya bagi pembangunan daerah.

“Pegang teguh falsafah leluhur ‘Ca Kimet Ca Tawai’, bersatu kita hidup, berpecah kita mati,” pungkasnya.