Dialektik. Id, TANJUNG SELOR – Pengurus Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PD IPIM) Kabupaten Bulungan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Imam Masjid se-Kabupaten Bulungan yang dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan PD IPIM masa khidmat 2025–2030 di Tanjung Selor, 13–14 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Satgaswil Kalimantan Utara Densus 88 Antiteror Polri, IPDA Kurniawan, dengan mengangkat tema “Sinergi Imam Masjid dan Aparat Keamanan dalam Rangka Deteksi Dini dan Pencegahan Paham Kekerasan Berbasis Agama di Lingkungan Masjid.”
Ketua PD IPIM Kabupaten Bulungan, Ahmad Suyuti, S.Pd.I., M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para imam masjid dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, imam masjid tidak hanya berperan sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai pembina umat yang memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, kerukunan, serta mencegah berkembangnya paham-paham yang dapat mengganggu stabilitas kehidupan beragama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat wawasan dan kemampuan para imam masjid agar mampu mengenali berbagai indikasi penyebaran paham kekerasan dan intoleransi sejak dini, sekaligus membangun sinergi yang baik dengan seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, IPDA Kurniawan menjelaskan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan pola pikir, perilaku, maupun aktivitas yang mengarah pada sikap eksklusif dan kekerasan atas nama agama.
“Deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting. Ketika ada perubahan pola pikir, perilaku, atau aktivitas yang mengarah pada sikap eksklusif dan mengajak kepada kekerasan atas nama agama, maka lingkungan sekitar harus mampu mengenalinya sejak awal,” jelasnya.
Para peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari karakteristik paham kekerasan berbasis agama, pola penyebaran ideologi ekstrem di masyarakat dan media digital, strategi deteksi dini terhadap potensi ancaman, langkah preventif di lingkungan masjid, hingga penguatan dakwah moderat yang berorientasi pada persatuan dan kebangsaan.
Ahmad Suyuti berharap kegiatan ini dapat melahirkan imam-imam masjid yang semakin profesional, moderat, dan mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat.
“Masjid harus menjadi pusat pembinaan umat yang menyejukkan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi benteng dalam menjaga masyarakat dari berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, kebangsaan, dan kemanusiaan,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, PD IPIM Kabupaten Bulungan berkomitmen terus meningkatkan kapasitas imam masjid sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi terwujudnya lingkungan masjid yang aman, damai, dan kondusif.
“Menjaga masjid, menjaga umat, menjaga bangsa.” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen bersama menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
