Dialektik.id, TARAKAN – Aspirasi masyarakat terkait layanan transportasi laut rute Tarakan–Surabaya dan sebaliknya menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto.
Sebagai bentuk tindak lanjut atas berbagai masukan yang berkembang di tengah masyarakat, kegiatan reses tersebut turut menghadirkan Kepala Cabang PT Pelni Tarakan serta perwakilan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan. Kehadiran kedua instansi tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan secara langsung sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait layanan transportasi laut.
Dalam kesempatan itu, Supa’ad Hadianto menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat menggunakan kapal penumpang menuju Pulau Jawa menunjukkan transportasi laut masih menjadi kebutuhan utama bagi warga Kalimantan Utara.
“Pada kesempatan ini, saya menghadirkan Kepala Cabang PT Pelni Tarakan dan perwakilan KSOP Tarakan untuk menjawab berbagai aspirasi masyarakat terkait layanan kapal laut rute Tarakan–Surabaya dan sebaliknya,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai persoalan dan masukan yang disampaikan masyarakat dalam forum reses tersebut akan terus dikawal agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Hal ini penting guna meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
“Melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi laut menuju Pulau Jawa, berbagai masukan yang disampaikan akan terus kami kawal. Semoga segera ditemukan solusi terbaik untuk meningkatkan pelayanan dan memudahkan akses transportasi bagi masyarakat,” kata politisi yang akrab disapa Supa’ad tersebut.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kaltara akan terus menjembatani kebutuhan masyarakat dengan instansi terkait, termasuk operator pelayaran dan otoritas pelabuhan, agar pelayanan transportasi laut semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan warga.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat terkait layanan kapal penumpang dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, sehingga konektivitas antara Kalimantan Utara dan Pulau Jawa semakin baik serta mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efektif dan efisien.
