Berita

BAZNAS Kaltara Dorong UMKM Mustahik Naik Kelas melalui Pelatihan Digital Marketing

12

BULUNGAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara dan Digimonusa menggelar Pelatihan Konten dan Digital Marketing bagi UMKM mustahik di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada 12–13 Agustus 2026.

Kegiatan ini diikuti sekitar 30 UMKM mustahik terpilih di Kalimantan Utara. Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi dan pra-workshop untuk mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi usaha masing-masing.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas mustahik dan pelaku UMKM binaan BAZNAS agar mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi digital untuk mengembangkan usaha, membangun branding, memperluas pemasaran hingga meningkatkan pendapatan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Rosyit, S.IP., M.M., yang mewakili Gubernur Kalimantan Utara, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan konten dan digital marketing merupakan langkah positif dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para mustahik dan pelaku UMKM.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami berharap pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan dan kemandirian para pelaku UMKM mustahik dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Muhammad Rosyit menilai perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk. Karena itu, kemampuan membuat konten, membangun identitas usaha serta memasarkan produk melalui platform digital menjadi keterampilan yang semakin penting.

Hal senada disampaikan Kepala BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara, Ubid Hadruni, S.H. Ia menuturkan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas mustahik, khususnya pelaku UMKM binaan BAZNAS, agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam mengembangkan usaha.

 

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para mustahik tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi benar-benar mampu mempraktikkannya dalam mengembangkan usaha. Digital marketing membuka peluang bagi produk-produk mereka untuk dikenal lebih luas,” tutur Ubid Hadruni.

Menurut Ubid, pemasaran saat ini tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar tempat usaha. Dengan digital marketing, produk UMKM mustahik dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Karena itu, peserta diberikan materi mengenai fundamental konten dan media sosial, personal branding, business branding, membangun identitas usaha, hingga praktik membuat konten untuk mendukung pemasaran produk.

Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diarahkan untuk langsung mempraktikkan materi yang diberikan agar dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

“Targetnya bukan sekadar peserta memahami digital marketing, tetapi mampu menerapkannya dalam usaha. Kami berharap peserta dapat memiliki strategi pemasaran digital yang lebih baik, menghasilkan konten secara mandiri, memperluas jangkauan pasar, dan pada akhirnya meningkatkan omzet serta pendapatan usaha,” jelas Ubid.

Program ini juga tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Para peserta akan mendapatkan pendampingan dan mentoring selama tiga bulan pascakegiatan. Pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta menerapkan ilmu yang diperoleh sekaligus menghadapi berbagai tantangan dalam proses digitalisasi usaha.

Pemilihan Kalimantan Utara sebagai salah satu lokasi pelatihan juga tidak terlepas dari potensi UMKM dan produk lokal yang masih dapat dikembangkan, khususnya dari sisi pemasaran.

“Kalimantan Utara memiliki potensi UMKM dan produk lokal yang perlu terus dikembangkan, termasuk dari sisi pemasaran. Kami ingin membantu pelaku usaha mustahik memanfaatkan peluang digital sehingga produk mereka tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Ubid.

Dalam kolaborasi tersebut, BAZNAS RI berperan dalam pengembangan dan penguatan program pemberdayaan mustahik, BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara mendukung pelaksanaan dan koordinasi di daerah, sedangkan Digimonusa menjadi mitra pelaksana yang memberikan penguatan di bidang konten dan digital marketing.

Keberhasilan program nantinya tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari penerapan ilmu setelah kegiatan. Perkembangan kemampuan peserta dalam membuat konten, mengelola media sosial, melakukan pemasaran digital, memperluas jangkauan pasar serta perkembangan usaha setelah mendapatkan pendampingan menjadi bagian penting dalam evaluasi.

Muhammad Rosyit berharap kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara dan Digimonusa dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program pemberdayaan.

“Harapannya, para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran dan meningkatkan kesejahteraan. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM di Kalimantan Utara,” pungkasnya.

Sementara itu, Ubid menegaskan bahwa tujuan akhir dari program tersebut adalah mendorong mustahik agar semakin mandiri secara ekonomi.

“Kami berharap peserta tidak hanya menjadi lebih terampil menggunakan media sosial, tetapi mampu menjadikan digital sebagai sarana untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Pada akhirnya, pemberdayaan zakat harus memberikan dampak nyata agar mustahik dapat berkembang, naik kelas, dan semakin mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.