AdvertorialKaltaraMalinau

Persiapan Matang, LPTQ Malinau Tinjau Lokasi Pembukaan MTQ ke-22 di Masjid At-Tauhid

Dialektik.id,  MALINAU – Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-22 tingkat Kabupaten Malinau, jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) terus mematangkan berbagai persiapan. Ketua Umum LPTQ Malinau, H. Kamran Daik, turun langsung meninjau lokasi yang akan menjadi arena utama pembukaan.

Peninjauan tersebut dilakukan di Masjid At-Tauhid, Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, pada Minggu (12/4/2026) sore, bersama panitia pelaksana.

Dalam kunjungan itu, Kamran memantau secara detail kesiapan lokasi, mulai dari rencana pembangunan panggung hingga kesiapan teknis panitia di lapangan. Ia juga memastikan ukuran serta posisi panggung pembukaan telah sesuai dengan kebutuhan acara, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung optimal.

“Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai rencana, baik dari sisi teknis maupun kenyamanan peserta dan tamu undangan,” ujarnya di sela peninjauan.

Kehadiran Ketua Umum LPTQ di lokasi menjadi bentuk komitmen dalam memastikan pelaksanaan MTQ tahun ini berjalan maksimal. Selain itu, pemilihan Masjid At-Tauhid sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari upaya LPTQ Malinau dalam menerapkan sistem pelaksanaan MTQ secara bergilir di masjid-masjid di setiap kecamatan.

Untuk jadwal pelaksanaan, MTQ ke-22 direncanakan dimulai pada malam 20 April 2026. Namun demikian, panitia masih melakukan penyesuaian dengan agenda Bupati Malinau agar dapat hadir dalam pembukaan. Jika diperlukan, jadwal tersebut berpotensi mengalami pergeseran, namun tetap dalam minggu yang sama.

Sementara itu, durasi pelaksanaan MTQ diperkirakan berlangsung selama 5 hingga 7 hari, tergantung jumlah peserta serta kondisi teknis di lapangan. Panitia juga akan memanfaatkan berbagai fasilitas daerah sesuai arahan pemerintah daerah guna mendukung kelancaran kegiatan.

Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, pelaksanaan MTQ ke-22 diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi momentum syiar Islam dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat Kabupaten Malinau. (Adv/Chy)