- Dialektik.id, Tarakan – Dalam rangka memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh radikalisasi berbasis ekstremisme, Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi di SMAN 2 Tarakan, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ini menyasar para pelajar sebagai kelompok strategis dalam upaya pencegahan dini terhadap masuknya paham radikal berbasis ekstremisme di lingkungan sekolah. Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga nilai kebhinekaan dan persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, turut hadir anggota Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Utara, antara lain Al dan Hanay, yang secara langsung menyampaikan materi dan berdialog interaktif dengan para siswa.
“Momentum Ramadhan ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, damai, dan penuh toleransi. Kami berharap para pelajar mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun di ruang digital,” ujar Hanay.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan ciri-ciri awal radikalisasi, bahaya ekstremisme, pentingnya literasi digital, serta penguatan nilai toleransi dan kebhinekaan di tengah keberagaman. Para siswa juga diajak untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, terutama di media sosial, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif dan ujaran kebencian.
Sebagai tindak lanjut, Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Utara akan melaksanakan program sosialisasi secara berkelanjutan ke sekolah-sekolah lain di wilayah Kalimantan Utara, guna memperluas jangkauan pencegahan serta membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari pengaruh radikalisme berbasis ekstremisme.
Program ini diharapkan mampu memperkuat peran sekolah sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter pelajar yang toleran, kritis, dan cinta damai. (Red/Dial/Odn)
