Dialektik.id, NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk tetap fokus menjalankan program pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Hermanus setelah kunjungannya ke Kantor Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, pada Jumat (6/3). Kedatangannya sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena datang didampingi sejumlah anggota organisasi masyarakat Tariu Borneo Bangkule Rajak (TBBR).
Dalam pernyataannya yang beredar melalui rekaman video di media sosial, Hermanus juga menyampaikan pembelaannya terhadap Bupati Nunukan, Irwan Sabri. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menciptakan situasi politik yang berpotensi merugikan jalannya pemerintahan daerah.
“Namanya juga bupati, beliau bekerja apa adanya. Itulah bupati kita dengan segala kelemahannya. Jangan sampai kelemahan itu justru diciptakan dan membuat beliau jatuh dalam persoalan hukum,” ujar Hermanus dalam video tersebut.
Ia menegaskan, seluruh jajaran pemerintah daerah seharusnya bekerja dengan ikhlas dan jujur demi kepentingan masyarakat, bukan terjebak dalam konflik maupun konspirasi politik yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan.
“Konstitusi sudah jelas, pemimpin dipilih oleh rakyat. Karena itu sabarlah dan jangan membuat konspirasi politik. Saya bertanya, sebenarnya kita bekerja untuk siapa? Siapa yang dirugikan jika terjadi konflik seperti ini? Yang dirugikan tentu masyarakat,” kata Hermanus.
Hermanus juga mengingatkan bahwa masa jabatan kepala daerah masih cukup panjang untuk menjalankan program pembangunan. Ia meminta ASN tetap menjaga integritas serta bekerja sesuai aturan yang berlaku.
“Kita bekerja dengan ikhlas dan jujur. Nanti kita semua akan disumpah untuk menjalankan amanah selama lima tahun. Sekarang ini masih tersisa sekitar empat tahun. Jadi mari fokus bekerja dan mengevaluasi kebijakan yang ada,” ujarnya.
Sebelumnya, kedatangan Hermanus ke Kantor Bupati Nunukan sempat menyita perhatian masyarakat. Ia datang didampingi sejumlah anggota organisasi masyarakat Tariu Borneo Bangkule Rajak (TBBR) Kabupaten Nunukan.
Peristiwa tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun Hermanus menegaskan bahwa langkahnya bertujuan menjaga stabilitas pemerintahan daerah serta memastikan seluruh jajaran tetap bekerja melayani kepentingan masyarakat Kabupaten Nunukan. (**)
