WHO: Wabah Ebola Kian Memburuk di Kongo Bagian Timur

Seorang Pendeta mengawasi saat petugas kesehatan menyiapkan pemakaman korban Ebola di kota Butembo, Republik Demokratik Kongo (foto: dok).

Panel pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan harus diperkuat berbagai strategi untuk mengatasi wabah Ebola yang kian memburuk di bagian timur Republik Demokratik Kongo. Laporan terbaru WHO itu mencatat 1.783 kasus Ebola di Kongo, termasuk 1.218 kasus kematian.

Menteri Kesehatan Kongo Oly Olunga Kalenga menyamakan wabah Ebola itu sebagai naga berkepala ganda. Berbicara lewat seorang penerjemah, ia mengatakan wabah itu awalnya muncul di satu tempat di Mangina, tetapi kemudian muncul juga di beberapa tempat lain.

“Oleh karena itu tanggapan kita harus melihat situasi. Kita harus terus menerus melakukan adaptasi dan mengubah strategi berdasarkan apa yang kita pelajari di lapangan,” ujar Ilungo.

Ilungo mengatakan langkah-langkah pencegahan, pemantauan, pelacakan orang yang tertular, perawatan yang tepat waktu dan praktik pemakaman yang aman harus tetap dijalankan. Pada saat bersamaan, piranti-piranti lama perlu diperbarui. Ia mengusulkan pengaturan sistem berbasis data yang mengumpulkan seluruh informasi dari upaya penanganan Ebola di lapangan.

“Semakin banyak yang diupayakan, hal ini akan menjadi analisa yang dapat kami gunakan dalam mengatasi masalah ini di kemudian hari dan mengidentifikasi daerah-daerah berbahaya di mana mungkin ada risiko penyebaran virus yang lebih besar dan kami dapat lebih dulu mengatasinya.”

WHO Menyatakan Strategi Mengatasi Wabah Ebola mohon tunggu Embed share

WHO Menyatakan Strategi Mengatasi Wabah Ebola

by VOA Indonesia Embed share The code has been copied to your clipboard. The URL has been copied to your clipboard

No media source currently available

0:00 0:02:47 0:00 Unduh

Pop-out player

Direktur WHO Untuk Kawasan Afrika Matshidiso Moeti mendapati peningkatan jumlah kasus Ebola baru sangat mengkhawatirkan dan menantang. Ia mengingatkan bahwa risiko meluasnya penyakit itu di luar perbatasan Kongo sangat besar.

Ia mengatakan sembilan negara tetangga yang berbatasan dengan Kongo waspada dengan potensi bahaya itu dan dengan bantuan WHO telah mengambil banyak langkah untuk mempersiapkan kemungkinan penularan wabah.

“Kami memiliki 16 pusat dan unit pelayanan kasus Ebola yang tersebar di sembilan negara itu. Ada pula 4.500 petugas medis yang telah dilatih untuk mampu mendeteksi dan mengatasi kasus Ebola. Negara-negara ini masih terus melakukan pendekatan dengan komunitas warga guna meningkatkan kesadaran mereka di daerah-daerah berisiko tinggi,” kata Moeti.

Pejabat-pejabat WHO menghimbau perlunya dukungan keuangan dan keterlibatan politik dunia internasional secara intensif untuk memberantas Ebola. Mereka mengingatkan bahwa menyebarnya penyakit berbahaya ini akan memiliki implikasi ekonomi dan sosial yang serius di kawasan, dan akan memicu krisis yang bahkan jauh lebih besar. (em)

Original Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here