Wali majdub adalah seorang wali yang cintanya menggebu-gebu kepada Allah, sehingga tertutup cintanya kepada mahluk, sehingga perilakunya sering keluar dari kebiasaan, seperti perilaku anak kecil atau orang yang tidak waras. Contoh wali majdub ada Habib Syaikhon Al-Bahar (Wan Sehan) di Bekasi dan Habib Kuncung yang dimakamkan di Kalibata.

Seperti apa yang di lakukan Sayyidina Nuaiman, dia seorang sahabat nabi dan semua kelakuanya diterima semua orang walaupun terkadang yang dilakukanya adalah hal jail dan konyol, dia dahulu sering membuat Nabi Muhammad Saw tertawa karna kelakuanya, pernah dia membuat masalah dengan mnyembelih unta seorang badui yang sedang bertamu kepada nabi Muhammad Saw dan bersembunyi, sampai nabi mencari-carinya lalu dia sembunyi di sebuah galian tanah. Bahkan sebagian kejahilanya terhitung masalah besar, seperti yang terjadi di saat khilafah sayidina usman, saat itu sayidina usman sedang duduk di masjid dan ada seorang buta berkata “siapa yang mau menolong saya tunjukan kamar mandi ?” Sayidina Nuaiman berkata “saya, saya”. Lalu si buta diajak mutar-mutar, akhirnya dituntun ke pojokan masjid dan dibisiki “disini”. Si buta angkat pakaianya dan ingin buang air kecil, orang orang yang melihat langsung teriak “heii heii kamu disamping masjid.” Si buta kaget “lalu bilang tadi siapa yang nuntun saya?” Sahabat serentak menjawab “Nuaiman.”Lalu si buta ingin mencari Nuaiman dan memberi pelajaran.

Sampai satu hari si buta duduk di masjid dan Sayyidina Usman shalat di mihrab, lalu Nuaiman menghampiri si buta dan menirukan suara orang lain sambil berbisik “kamu lagi cari nuaiman?” Spontan si buta menjawab “ya”.
Nuaiman “ayo saya tunjukan dimana dia”.
Mereka berdiri dan si buta dituntun oleh Nuaiman ke arah Sayydina Usman yang sedang shalat Nuaiman berbisik “hei, sekarang Nuaiman ada didepanmu sedang shalat,” Si buta bilang “tepat didepan saya ?”Nuaiman jawab “ya”. Si buta ambil sendal dan DUNGG !!! Dia memukul Sayyidina Usman yang sedang shalat. Orang-orang kaget, siapa ini yang berani memukul khalifah, ada apa ini.Kenapa kau pukul amirul mukminin ? Si buta kaget “astagfirullah, tadi siapa yang tuntun saya? “Lagi-lagi sahabat menjawab serempak “Nuaiman.” Si buta bilang “damai sudah damai, saya tidak mau bikin masalah lagi sama dia”.

Para ulama ahli makrifat mengatakan bahwa para Malaikat di langit setiap hari tertawa dua kali melihat tingkah laku wali majdub.

Sumber:
Ceramah Habib Reza bin Muchsin Al-Hamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here