Oleh Labib Syarief

Berita duka cita muncul dari Gaza, Palestina, pada Sabtu (2/6/2018). Seorang perawat Palestina yang berumur 21 tahun, Razan Ashraf Najjar, mengalami luka yang serius akibat peluru penembak jitu dari pasukan Israel. Berita ini diinformasikan oleh berita kantor Palestina, WAFA seperti yang dikutip CNN maupun Al-Jazerra. Berita wafatnya Najjar tersebut juga viral di media sosial.

Kematian Najjar telah melanggar hak-hak kemanusiaan. Sebab ia yang bertugas sebagai perawat di wilayah perbatasan Gaza, selalu menolong korban luka maupun jiwa warga Palestina dalam aksi demonstrasi di perbatasan Palestina dengan Israel tersebut. Aksi ini ditujukan dalam rangka menuntut hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah airnya sejak dimulainya pada akhir Maret 2018. Namun kini Najjar lah yang justru meregang nyawa karena aksi heroiknya yang akan menolong warga yang terluka. Sehingga kematiannya, telah menambah daftar panjang wafatnya warga Palestina oleh Pasukan Israel dengan jumlah mencapai 119 orang dalam aksi yang dilakukan oleh warga Palestina sejak bulan Maret tersebut.

Ia mengalami luka yang sangat parah, karena peluru tajam dari penembak jitu telah menembus punggungnya dan mengenai sisi sensitif jantungnya. Sehingga nyawanya tidak terselamatkan, padahal sesaat setelah kejadian, rekan kerjanya sempat menyelamatkannya dan berusaha membawa ke rumah sakit terdekat.

Meskipun Najjar menggunakan pakaian putih yang notabene seorang medis. Namun pasukan Israel dengan teganya tetap menembaknya. Tindakan pasukan Israel ini sudah tentu melanggar hukum internasional yang melarang membunuh anggota medis. Sayangnya Israel didukung oleh AS yang merupakan negara adidaya pada masa kini. Sehingga apa yang dilakukan Israel, meskipun itu melanggar HAM dan hukum internasional, tidak akan ditentang oleh koleganya tersebut, bahkan selalu dibenarkan tindakannya.

Dalam wafatnya Najjar ini, ironisnya Israel berdalih bahwa ia telah melewati batas wilayah Israel dan sebelumnya sudah diperingatkan. Sehingga Israel melakukan aksi keji tersebut.

Apa yang terjadi pada Najjar tentu mengiris rasa kemanusiaan kita. Israel yang jelas-jelas mengokupasi teritori Palestina sejak tahun 1967 dan sering membuat tindakan brutal yang banyak menimbulkan korban jiwa dari warga Palestina, termasuk baru-baru ini aksinya yang menewaskan warga Palestina saat penolakan warga Palestina terhadap pembukaan Kedubes AS di Yerussalem, kembali berulah dengan menewaskan warga sipil non kombatan yang seharusnya wajib dilindungi dalam Konvensi Jenewa soal aturan berperang.

Maka sudah sewajarnya kita mengutuk aksi Israel tersebut. Kita harus menentang dan mengutuk semua aksi keji kolonialisasi Israel yang merampas teritori Palestina dan juga yang telah memakan korban jiwa dari pihak Palestina. Kita harus membela hak teritori dan hak kemanusiaan warga Palestina.

Tindakan kecaman terhadap Israel ini, telah dilakukan oleh Pemerintah RI baru-baru ini, yaitu dengan menolak visa semua warga Israel ke Indonesia akibat sikap represif Israel yang memakan korban jiwa warga Palestina pada aksi demonstrasi menolak pembukaan Kedubes AS di Yerussalem pada bulan Mei lalu. Akibatnya Israel juga melakukan aksi balasan yaitu melarang warga RI untuk masuk ke Israel, sehingga tidak dapat berkunjung ke Yerussalem. Meskipun demikian, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia tetap bersama Palestina. “Indonesia akan terus bersama Palestina memperjuangkan mereka mendapatkan kemerdekaan dan hak-hak mereka,” kata Retno di Kementerian Luar Negeri pada Jumat (1/6/2018).

Dengan demikian apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia telah sesuai koridor politik luar negeri RI yang diamanatkan UUD 45. Maka kita harus mendukung sikap politik pemerintah tersebut.

Terakhir, wafatnya Razan Ashraf Najjar dalam menjalankan aksi tugas mulia kemanusiaannya, telah membuktikan bahwa Najjar sangat cinta tanah airnya, Palestina, dan cinta masyarakatnya, sehingga ia harus berkorban nyawa. Insya Allah Najjar wafat dalam keadaan syahid dan mulia di sisi Allah swt. Al-Fatihah untuknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here