Oleh Labib Syarief

Hiperinflasi yang terjadi di Venezuela dalam beberapa tahun terakhir utamanya pasca kematian Hugo Chavez, telah berdampak buruk terhadap kondisi politik, ekonomi dan sosial masyarakat Venezuela. Akibatnya terjadi eksodus besar-besaran warga negara ini ke negara tetangganya seperti ke Kolombia dan Peru. Hal ini disebabkan banyak harga barang dan jasa yang teramat mahal karena tidak bernilainya mata uang Venezuela. Sehingga banyak warga Venezuela harus mengungsi ke negara lain demi mencukupi kebutuhan hidupnya.

Selain krisis ekonomi, krisis politik juga terjadi di negara ini, Nicholas Maduro menghadapi kelompok oposisi yang dipimpin oleh Juan Guaido.  Mereka menuntut Maduro untuk mundur dari kursi Presiden Venezuela dan memberikannya terhadap mereka sebagai oposisi. Maduro juga mulai tidak diakui oleh sejumlah negara, utamanya oleh negara-negara Barat yang dipimpin AS. AS dan sekutunya menilai bahwa Maduro merupakan pemimpin Venezuela yang tidak sah. Sehingga AS juga menuntut Maduro untuk mundur dari jabatannya. Sebagai gantinya AS dan sekutu mengakui pemerintahan oposisi Venezuela yang dipimpin oleh Guaido. Bahkan Presiden Donald Trump meminta militer Venezuela untuk menyingkirkan sosok yang pernah menjadi Wakil Presiden dari Chavez tersebut.

Untuk diektahui, krisis hubungan diplomatik antara AS dan Venezuela, bukan terjadi pada kali ini saja, saat Venezuala dipimpin oleh Chavez, terdapat banyak kebijakan Venezuela yang kontra dengan negeri paman  sam tersebut. AS sendiri juga selalu berupaya untuk menjatuhkan pengaruh Chavez di negara ini. Maka pengakuan AS terhadap pemimpin opisisi Venezuela, Guaido, sebagai Presiden resmi Venezuela dan penilaian AS bahwa terjadi krisis kemanusiaan di Venezuela yang membuat AS mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui Kolombia, menjadi sikap lanjutan AS yang selalu berupaya untuk mempengaruhi Venezuela dengan menjatuhkan pemerintahan sosialisme sejak Chavez hingga saat ini dipimpin oleh Maduro. Jadi wajar jika Maduro menilai bahwa bantuan kemanusiaan AS terhadap Venezuela menjadi bentuk campur tangan AS terhadap negaranya.

Krisis ini masih terus berlanjut, berita terbaru tentang krisis politik Venezuela yaitu pada 23 Februari 2019. Berita ini adalah militer Venezuela menembak mati dua warga Venezuela yang sedang memperjuangkan bantuan dari pemerintah AS yang sudah berada di Kolombia. Menurut saya terkait krisis politik Venezuela dan hubungannya dengan AS, serta terkait berita terbaru tersebut dapat diinterpretasi dua hal. Pertama, saya menilai bahwa kemungkinan besar bisa jadi AS ikut campur tangan membantu oposisi Venezuela untuk menjatuhkan Maduro dengan kamuflase bantuan kemanusiaan.  Karena sudah diketahui secara umum sebagai negara adikuasa, AS paling sering ikut campur atau intervensi negara lain, bahkan dengan militer, seperti yang terjadi di Irak. Jika melalui pandangan ini, maka saya menilai di satu sisi Maduro telah melakukan sejumlah kebijakan yang tepat untuk Venezuela, namun di sisi lain masih terdapat ketidaktepatan dalam kebijakan yang membuat krisis ekonomi di Venezuela. Sayangnya, krisis ekonomi ini berdampak pada krisis politik karena karena ada campur tangan AS terhadap politik Venezuela.

Kedua, saya juga menilai bahwa bisa jadi juga Maduro terlalu otoriter dalam kebijakannya dan tidak mencari kebijakan efektif demi menstabilkan politik, sosial dan ekonomi Venezuela. Sehingga terjadi krisis ekonomi dan politik yang terjadi pada saat ini. Jadi menurut saya, seharusnya Maduro dapat melakukan dialog politik dengan oposisi serta mendengarkan aspirasi rakyatnya terkait pembenahan ekonomi dan politik di negaranya agar tidak terjadi krisis ekonomi dan politik. Cara ini begitu penting dilakukan oleh Maduro di tengah campur tangan AS terhadap politik Venezuela. Maka sudah sewajarnya Maduro dan rakyat Venezuela menjunjung tinggi persatuan sebelum terjadi hal  yang buruk bagi negara mereka sendiri.

Baik interpretasi kesatu dan kedua, menurut saya jika krisis politik di Venezuela ini tidak terselesaikan dan semakin hari, semakin memburuk karena ada intervensi asing. Maka dampaknya sangat mungkin terjadi skenario terburuk di Venezuela yaitu perang saudara. Namun sebagai pemerhati HI dan belajar dari kasus Suriah, saya berharap hal ini tidak terjadi. Saya berharap Maduro dan rakyat Venezuela untuk bersatu demi perdamaian dari krisis politik ini dan juga bersatu demi melawan intervensi asing, sehingga Venezuela dapat terselamatkan dari kemungkinan perang saudara. Namun demikian, jika proses persatuan di dalam Venezeula tidak terjadi, seperti penjelasan sebelumnya, perang saudara di Venezuela dapat terjadi. Hal ini sudah tentu sangat merugikan bagi seluruh rakyat Venezuela.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here