Universal Robots bidik industri otomotif jelang industri 4.0

Kamis, 15 Agustus 2019 18:29 WIB

General Manager Universal Robots Denmark, Sakari Kuikka (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/8) (ANTARA/Pamela Sakina)

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan Universal Robots (UR) sebagai produsen robot kolaboratif (collaborative robots/cobot) asal Denmark membidik pasar industri otomotif menyusul peralihan penggunaan robot tradisional dalam era industri 4.0.
"Cobot adalah robot yang bekerja bersama manusia dan akan segera mendorong pasar otomatisasi. Fitur cobot dapat memberi manfaat besar bagi orang-orang, proses kerja, dan hasil proses itu sendiri,” kata General Manager UR Sakari Kuikka, di Jakarta, Kamis.
Sakari mengatakan kolaborasi para pekerja dengan cobot akan meningkatkan produktivitas operasional pabrik sebanyak 85 persen, terutama pada industri otomotif.
Sakari mencontohkan keunggulan penggunaan cobot dibanding robot tradisional dalam hal keselamatan pekerja pabrik, merujuk data para pekerja pabrik di Inggris, pada 2015 dan 2016.
Baca juga: BPPT dorong penguatan robotika hadapi Revolusi Industri 4.0
“Cobot memiliki sensor peraba kekuatan eksternal yang akan membuat mesin berhenti otomatis ketika terdeteksi adanya suatu penghalang. Sedangkan robot tradisional tidak, dan sangat berbahaya untuk bekerja dekat dengan manusia,” ujar Sakari.
Selain itu, cobot memiliki ukuran yang lebih ringkas dan tidak seberat robot tradisional yang membutuhkan ruang luas dan pemasangan permanen.
Cobot, lanjut Sakari, memiliki berat kurang dari 29 kilogram. Sedangkan robot tradisional setidaknya berbobot sekira 50kg, atau 40 persen lebih berat dibanding cobot.
Baca juga: Universal Robots dorong Indonesia jadi pusat manufaktur Asia
Dari sisi pemograman, cobot memiliki program yang sangat mudah untuk dipelajari sehingga masih bisa dioperasikan oleh para buruh pabrik tanpa harus memiliki pakar khusus seperti robot tradisional.
“Hanya butuh empat hari bagi buruh atau pekerja untuk dilatih mempelajari cara mengoperasikan cobot,” ucap Sakari.
Sakari menambahkan cobot hemat biaya karena dapat memangkas biaya produksi hingga 20 persen.
Baca juga: Cobot dirancang bisa bekerja dengan manusia secara aman

SMK 1 Batam Buat Mesin Dan Robot Industri

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Original Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here