Habib Munzir waktu zaman beliau masih hidup menggalang dana dengan tidak meminta kepada jamaah, tapi beliau lebih menekankan pada jamaah untuk lebih condong ke pelajarannya, lebih condong untuk memahami dan mengikuti apa yang beliau sampaikan. Ada tromol yang memang dijalankan oleh Majelis Rasulullah yang mana uang di tromol itu dilarikan untuk ke dakwahnya Habib Munzir, baik saat berangkat ke Papua, Jawa, luar Jawa, ada juga yang disumbangkan ke pesantren.

Ada usaha Kios Nabawi, dimana ada satu orang yang ingin khidmah kepada beliau, dimana orang tersebut bilang, “Habib saya ingin jual ini dan keuntungannya sebagian besar saya larikan ke Majelis Rasulullah,” sampai saat ini kios itupun berjalan dengan berbagai macam dagangannya, dan tromol sampai saat ini tetap berjalan.

Dana yang besar untuk setiap event, Habib Munzir cuma bilang ini tugas saya untuk mencari dana tersebut, tugas kalian hanya semangat untuk hadir dari event-event acara.

Markas Majelis Rasulullah sebenarnya bukan milik pribadi Habib Munzir. Bahkan beliau pun tidak punya rumah, uang dari Kios Nabawi juga larinya ke mobil pick up, mobil truk yang kita pakai sampai saat ini, ataupun pembenahan sound system, pembelian umbul-umbul yang kita pakai saat kita event di manapun, untuk pembiayaan markas dan beberapa hal lainnya yang mungkin hanya Habib Munzir yang tahu, tapi yang saya tahu dari dulu banyak orang yang ditampung oleh Habib Munzir, sampai ada anak kuliah ditampung sama beliau sampai kuliahnya selesai, anak sekolah sampai sekolahnya selesai, ataupun banyak uang yang dikeluarkan dari belasan juta hingga puluhan juta untuk diberikan kepada fakir miskin dan yatim piatu.

Secara pribadi, crew juga beliau berikan uang, hanya saja tidak seberapa dari yang beliau berikan pada staff yang setiap harinya aktif di Majelis Rasulullah atau di Markas Majelis Rasulullah, baik dari pagi, sore atau juga sampai ke malam. Dana juga ada bantuan dari luar, dari orang-orang yang cinta sama Habib Munzir, uang itu juga habis untuk majelis, bahkan sampai uang makan Rp50.000 untuk beliau pun tidak punya, jadi uang itu habis bukan untuk beliau, tapi untuk bayar kontrakan rumah, beliau ini kontrakannya sudah selesai, dan keluarganya pun sudah pindah ke Hadramaut untuk meneruskan pelajaran dari anak-anak beliau.

Sumber: Wawancara dengan Habib Muhammad Al-Kaff (Humas Majelis Rasulullah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here