Tarekat Tijaniyah berdiri pada tahun 1195 H/1781 M di Fes, Maroko, Afrika Utara. Pendirinya adalah Abu Abbas Ahmad bin Muhammad bin Mukhtar bin Salim al-Tijani. Ia lahir di ‘Ain Madi, sebuah desa di Aljazair, tahun 1150 H/ 1737 M dan meninggal dunia pada 1230 H/ 1815 M. Ia wafat dalam usia 80 tahun, pada hari Kamis, 17 Syawal 1150 H, dan dimakamkan di Kota Fez, Maroko.

Pada tahun 1772 – 1773, al-Tijani menuju Hijaz untuk menunaikan ibadah haji, dan menimba ilmu belajar di Makkah dan Madinah. Di kedua kota itu ia mempelajari Tarekat Qadiriyah, Thaibiyah, Khallawatiyah, dan Sammaniyah. Beberapa tahun kemudian, ia berkhalwat di Bu Samghun. Pada tahun 1798, ia mengakhiri khalwatnya dan menuju Maroko untuk memulai menjalankan misi yang lebih luas lagi dari Kota Fes.

Ketika Ahmad al-Tijani berusia 50 tahun (1200 H) beliau bertemu dengan Rasulullah saw dalam kasyafnya dan menyempurnakan amaliah/wiridan yang pernah diberikan, yaitu dengan menambahkan seratus kali zikir Hailalah. Semenjak itu Ahmad al-Tijani mengajarkan wirid, zikir, shalawat, istigfar dan do’a yang diterimanya dari Rasulullah saw. kepada murid-muridnya. Pada tahun 1213 H, Ahmad al-Tijani pergi dan pindah ke kota
Fez (Marokko) dan menetap disini mengajarkan tarekatnya. Akhirnya di usianya yang ke 80 tahun bertepatan tanggal 17 Syawal 1230 H atau 22 September 1815 M dia meninggal pada hari Kamis, sesudah shalat Subuh, berbaring di bahu kanan dan dengan tenang menghadap Allah, dan dimakamkan di Fez.

Ajaran Tarekat Ahmad al-Tijani

Berbeda dengan tarekat-tarekat lain, tarekat Tijaniyah ini tidak mempunyai silsilah tarekat, sebab Ahmad al-Tijani menerima ini semua langsung dari Rasulullah saw. Ajaran yang sederhana dan relatif mudah. Sebab tujuannya adalah
mendekatkan diri kepada Allah, memperoleh ampunan dan ridha-Nya. Tarekat Tijaniyah tidak mengenal mursyid, tapi mereka mengenal istilah muqaddam dan khalifah. Pengikutnya tidak dibenarkan berpolitik praktis, sebab hal itu identik dengan permusuhan, persaingan atau kebencian.

Karena kebersihan jasmani berpengaruh kepada bathin/rohani. Untuk menghasilkan hati bersih, makanan serta faktor pendukung (finansial) pun harus bersih dan halal. Tanpa itu tabir ilahiyah sulit terungkap.

Dalam Tarekat Tijaniyah ada beberapa persyaratan penting yang harus
dipenuhi dan diperpegangi oleh pengikutnya, yaitu: 1). Melazimkan shalat
fardhu dalam waktunya dengan memelihara syarat, rukun dan segala
adabnya yang sunat-sunat. Utama sekali berjamaah; 2). Taqwa kepada Al-
lah dengan zahir dan batin sesuai kemampuan. Jika terjadi pelanggaran
syar’i wajib segera bertaubat kepada Allah; 3). Tidak ziarah untuk minta
madad rohani (seperti minta do’akan) kepada waliullah yang bukan dari
Tijaniyah dan sahabat Rasulullah saw. baik yang sudah mati maupun yang
masih hidup. Tetapi wajib memuliakan waliullah (jangan diremehkan); 4).
Tidak mengumpulkan tarekat ini dengan tarekat lainnya; dan 5). Bersedia
mengamalkan ajaran tarekat ini sampai akhir hayatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here