Soroti Pembangunan Maritim, BKI Turut Dalam Diskusi Milenial

Jakarta – Perjalanan visi poros maritim dunia yang dicetuskan oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sejak 2014 masih penuh dengan berbagai dinamika di setiap pilar-pilarnya.

Atas dasar itu Maritim Research Institute (Marin) Nusantara menggelar Bincang Maritim bertajuk “Menyorot Visi Maritim Pasca Pilpres” di Salkopi Cafe & Resto, Jakarta, Selasa (28/5).

Direktur Marin Nusantara Makbul Muhammad dalam paparannya mengawali diskusi menyebut bahwa pasca perhelatan Pilpres 2019 kemarin, visi maritim tetap harus berlanjut.

“Jadi jangan sampai visi ini tertutup dengan isu-isu lain. Itulah makannya harus kita gaungkan terus,” kata Makbul.

Narasumber yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain tokoh muda NU sekaligus penulis buku Reborn Maritim Indonesia, Witjaksono. Kemudian aktivis maritim perempuan Dhini Sastroadmodjo dan Adityo Nugroho mewakili jurnalis maritim.

Sambung Makbul, diskusi ini juga menonjolkan generasi milenial yang potensial dalam berbicara maritim.

Turut hadir dalam diskusi tersebut perwakilan dari PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Tantyo Prayogo dari Divisi Survei.

Dalam kesempatan itu, Tantyo memaparkan sejarah BKI sebagai klasifikasi Indonesia yang berdiri pada tahun 1964.

“Ini karena prakarsa dari Bapak Ali Sadikin yang saat itu menjabat sebagai Menteri Maritim/Perhubungan Laut. Beliau memiliki komitmen bahwa Indonesia harus punya badan klasifikasi sendiri,” ungkap Tantyo.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan soal kiprah BKI saat ini dalam sumbangsihnya membangun kemaritiman nasional. Salah satunya dengan berupaya menjadi anggota International Assosiation Classification Society (IACS) yang berpusat di Inggris.

Diskusi yang juga dikemas dengan acara Buka Bersama itu dimoderatori oleh Muhammad Sutisna dari Maritime Strategic Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here