[et_pb_section bb_built=”1″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row _builder_version=”3.0.47″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”1_2″][et_pb_image src=”https://dialektik.id/wp-content/uploads/2018/03/FB_IMG_1521182285775.jpg” _builder_version=”3.0.96″ show_in_lightbox=”off” url_new_window=”off” use_overlay=”off” always_center_on_mobile=”on” force_fullwidth=”off” show_bottom_space=”on”]

 

[/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″][et_pb_text _builder_version=”3.0.96″]

Syekh Abdullah al-Harari –semoga Allah merahmatinya– berkata :
Badan tenteram jika sedikit makan
Ruh tenteram jika sedikit dosa
Hati tenteram jika sedikit ketertarikan pada dunia
Lidah tenteram jika sedikit bicara

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”3.0.47″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.0.96″]

Al-Imam asy-Syeikh Abdullah al-Harari -rahimahullah- ditanya: Dari mana engkau makan?, Maka beliau menjawab: “Aku hidup atas keyakinan untuk tawakkal, aku tidak mengerjakan suatu profesi semenjak aku keluar dari negaraku, tidak sebagai Imam, tidak sebagai khatib dan tidak sebagai pengajar dengan upah. Aku hidup sebagaimana Allah memberiku rizki. Aku selalu makan roti, teh dan susu yang pekat selama 20 tahun di Suriya. Inilah menu makanan siangku. Aku mempunyai suatu harta yang telah aku belanjakan ketika aku keluar dari negaraku. Dan ketika aku datang ke Lebanon, aku *tidak bekerja dengan mengambil* upah. Aku MENGAJARKAN orang tentang AQIDAH dan MEMPERINGATKAN AKAN KEKUFURAN. Maka Allah membuat hati mereka menerima dakwahku, lalu mereka menghadiri majlis ilmu dan mereka mendengarkan.”

Inilah setetes lauatan keteladanan dari al-Muhaddits Syeikh Abdullah al-Harari bagaimana dalam menjalani kehidupan ini dengan zuhud, mengajarkan orang tentang Aqidah dan memperingatkan akan kekufuran agar orang selamat dari api neraka. Begitu juga beliau mengajarkan kita untuk mengajarkan ilmu dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan, sanjungan, pujian, kehormatan dan semacamnya.

Semoga Allah memudahkan kita untuk meneladani kehidupan Syeikh Abdullah al-Harari sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Aamiin.

Sumber: Tawhid Corner

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here