38 pendemo dari Palestina telah terbunuh oleh tembakan dari pasukan Israel dalam demonstrasi atas upacara dibukanya Kedubes AS untuk Israel di Yerusalem, kata Menteri Kesehatan Palestina pada hari Senin (14/5/2018).

Lebih dari 1.600 pendemo telah terluka di Gaza. Para korban yang terluka dalam aksi Israel tersebut di antaranya terdiri dari 74 anak-anak dan 23 perempuan, ucap Menteri tersebut.

Jumlah korban ini merupakan kekerasan yang paling besar dari Great March of Return (GMR) yang telah dilakukan dalam kurun waktu enam minggu di tahun 2018. GMR adalah sebuah gerakan akar rumput yang menyerukan hak kembalinya pengungsi Palestina ke tanah airnya sejak diusir oleh Israel pada tahun 1948.

Terdapat lebih dari 35.000 pendemo yang berkumpul dalam pagar perbatasan dan ribuan pendemo lainnya berjarak sekitar 1 mil dari perbatasan, menurut pasukan pertahanan Israel (IDF).

Bentrokan juga dilaporkan pecah antara pendemo dengan pasukan pertahanan Israel di Bethlehem.

Kematian pertama pada hari senin yaitu Anas Hamdab Qudeih berumur 21 tahun, ia tewas di timur Khan Yunis, ucap juru bicara Menteri. Selanjutnya, laki-laki yang berumur 29 tahun, bernama Mosaab Yousef Ibrahim Abu Laila, juga telah tewas terbunuh di timur Jabalya. Sejumlah korban lainnya yang tewas belum dapat diidentifikasi dan satu anak termasuk yang menjadi korban jiwa.

Mayoritas yang terluka disebabkan terkena peluru dan 320 orang lainnya diakibatkan terkena gas air mata, jelas Menteri tersebut. Menteri Kesehatan Palestina mengklaim bahwa pasukan Israel secara langsung menargetkan orang-orang yang memberikan layanan darurat dan jurnalis.

Sementara itu, IDF menyatakan bahwa Pasukan Udara Israel menargetkan basis Hamas di dekat Jabalya setelah pasukannya datang dalam pertarungan di daerah tersebut.

Kematian terbaru telah menambah daftar sejumlah orang tewas sejak dilakukannya protes pada 6 minggu yang lalu dengan total mencapai 83 orang.

Deputi Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag, telah mengutuk kekerasan pada Senin tersebut. Ia menuduh AS maupun Israel bertanggung jawab dalam “pembantaian” yang disebabkan “keputusan yang tidak adil” mereka dalam memindahkan Kedubesnya.

Hari Selasa (15/5/2018) menandai peringatan hari Nakba, sebuah istilah yang digunakan oleh warga Palestina yang menggambarkan pembunuhan massal dan pengusiran paksa dari tanah air mereka selama pendirian Negara Israel. Ironisnya, hari itu dirayakan oleh orang-orang Israel sebagai Hari Kemerdekaan. Atas peringatan hari itu, maka ribuan orang Palestina berkumpul di dekat perbatasan untuk ambil bagian dalam demonstrasi hari Senin (14/5/2018).

Demonstrasi besar diperkirakan akan muncul dalam aksi memperingati peristiwa 15 Mei dan juga termasuk menandai demonstrasi GMR yang telah dilakukan selama enam minggu.

IDF menyebarkan selebaran yang memperingatkan orang-orang di Gaza agar menjauhi pagar keamanan menjelang protes hari Senin (14/5). Selain itu, Demonstran di Gaza Utara juga menjatuhkan pesawat drone milik pasukan kemanan Israel yang diduga akan menjatuhkan bom di tenda milik warga Gaza, menurut GMR.

Sumber: www.rt.com dan www.aljazeera.com

Diterjemahkan oleh Labib Syarief

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here