Oleh Ustadz Abdurrahman Kafa

Suatu ketika Nabi Muhammad saw bertanya kepada malaikat Jibril “Wahai Jibril, apakah engkau pernah tertawa?”

Malaikat Jibril menjawab “Iya, aku pernah tertawa wahai Rasulullah saw”

Nabi melanjutkan pertanyaannya “Saat kapankah engkau tertawa, wahai Jibril?”

“Saat manusia diciptakan sejak awal dilahirkan hingga ia wafat, mereka selalu saja mencari sesuatu yang tidak tercipta di dunia,” jawab Malaikat Jibril.

Nabi saw terheran dan bertanya kembali “Apakah itu, wahai Jibril?”

Malaikat Jibril menjawab “Kenyamanan, sungguh Allah tidak menciptakan kenyamanan di dunia. Namun Dia menciptakannya di akhirat. Manusia selalu saja mencari kenyamanan:
Yang masih anak-anak berkata, ‘kapanku dewasa?’;
Yang muda berkata, ‘andai saja aku kembali belia’;
Yang tua berkata, ‘andai saja aku bisa kembali muda’;
Yang telah menikah berkata, ‘kuingin kembali sendiri’;
Yang sendiri berkata, ‘kuingin segera menikah’;
Yang tidak dikarunia keturunan berkata, ‘andai saja aku punya banyak keturunan.'”

Setiap Orang Mencari Kenyamanan

Namun selamanya kenyamanan tidak akan pernah ada.

Siti Maryam pernah berkata: “Andai saja aku mati sebelum ini.” Padahal ia tidak tahu bahwa di dalam rahimnya ada sosok Nabi yang agung.

Maka dari itu, janganlah engkau bersedih, apabila mendapatkan banyak cobaan.

Saat Nabi Musa menguburkan Nabi Harun, tiba-tiba ia teringat perpisahan dengannya dan gelapnya kuburan. Kemudian saat itu pula, Nabi Musa bersedih dan menangis.

Selanjutnya Allah swt memberikan wahyu: “Wahai Musa, apabila Aku mengizinkan ahli kubur untuk memberitahumu betapa lembutnya Aku terhadap mereka, niscaya Aku akan memberitahu.

Wahai Musa, Aku saja tidak melupakan mereka yang hidup dan Aku memberikan rezeki pada mereka di atas bumi. Lantas, apakah Aku akan lupa pada mereka yang telah terkubur di dalam bumi?

Wahai Musa, saat seseorang mati, Aku tidak akan melihat betapa banyaknya maksiat yang ia lakukan. Tetapi Aku melihat pada sedikitnya ia berupaya”.

Kalam Hikmah

Buah zaitun, saat engkau memerasnya akan keluar minyaknya (bagian terpenting dari buah tersebut). Buah-buahan lain pun demikian, ketika engkau memerasnya, akan keluar sari manisnya yang penuh gizi.

Saat engkau merasa derita dunia telah menikammu dengan segala duka, ketahuilah sungguh Allah swt ingin menampakkan bagian terbaik dari dirimu.

Dikutip dari postingan instagram Gus Abdurrahman Kafa dalam link berikut https://www.instagram.com/p/Binivm8noy2/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here