Dalam ajaran Jawa dikenal istilah sedulur papat kalima pancer. Setiap diri manusia mempunyai empat saudara. Ketika manusia masih berupa janin, keempat saudara ini ada bersamanya.

Sunan Kalijaga dalam syairnya dikatakan; “Ketuban ( kakang kawah) menjaga badan, menyampaikan kehendak dengan kuasanya. Adik ari-ari memayungi semua tindakan berdasarkan kekuasaannya dan kehendaknya. Darah siang membantu Allah yang kuasa. Pusar memperhatikan diriku, memenuhi permintaanku. Lengkap lah saudara saya, kelima menjadi pusat. Sudah menjadi satu, manunggal dengan wujudku.”

Semuanya merupakan saudara kandung ketika manusia masih berupa janin. Mereka menjaga kita di dalam kandungan ibu. Kakak paling tua adalah ketuban atau kakang kawah. Saudara yang lebih muda adalah ari-ari. Darah adalah saudara si janin. Tali pusar adalah saudara keempat.

Keempat saudara ini adalah penjaga, mereka tidak terlihat oleh mata lahir, karena berupa roh. Kalau ada orang tirakat lalu dalam kondisi tertentu bisa melihat mereka, atau saudara-saudara rohaninya menampakkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here