Dari Abuddarda’ r.a. bahawasanya ada seorang lelaki datang kepadanya: “Sesungguhnya saya mempunyai seorang isteri dan sesungguhnya ibuku menyuruh kepadaku supaya aku menceraikannya.” Kemudian Abuddarda’ berkata: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Orangtua adalah pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu syurga.” Maka jikalau engkau suka, buanglah pintu itu – tidak perlu mengikuti perintahnya atau tidak berbakti padanya, tetapi ini adalah dosa besar, atau jagalah pintu tadi – dengan mengikuti perintah dan berbakti dan ini besar pahalanya.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis shahih.

Suatu ketika Sayyidina Umar Bin Khatab menyuruh putranya Abdullah bin Umar untuk menceraikan Istrinya, lalu beliau tidak mau dan mengadu pada Sang Nabi

Nabi memerintahkan Abdullah bin Umar untuk menta’ati perintah Ayahnya, lalu Abdullah bin Umar pun menceraikan Istrinya

Perceraian adalah perkara yang berat namun jika sudah perintah orang tua maka wajib dikerjakan dengan beberapa syarat, yaitu
-Jika istri memang berperangai buruk, tidak mau sholat, maka wajib mengikuti perintah orang tuanya
-Jika Istri sholehah, maka tanyakan pada ulama, jangan ambil keputusan sendiri.

Datang seseorang pada Imam Ahmad Bin Hambal dan bertanya, “Wahai Imam, sesungguhnya aku diperintahkan orang tuaku untuk menceraikan istriku, apakah aku harus mentaatinya, maka jawab Imam Ahmad Bin Hambal :
” memangnya orang tua mu Sayyidina Umar Bin Khatab( yang memerintah dengan hatinya bukan dengan nafsunya) sehingga kamu langsung gegabah menceraikan istrimu”

Sesungguhnya Iblis mempunyai asisten yang terdekat yaitu setan yang mampu membuat perceraian.

(Rangkuman Syarah Kitab Qutuful Falihin min Riyadhus Sholihin oleh Al-Habib Alwy Bin Abdurrahman Al-Habsy | Senin, 04 Juni 2018)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here