[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text]

Pejabat resmi mengatakan pada awalnya ambulan tidak mampu untuk mencapai tempat kejadian serangan Saudi di sebuah pesta pernikahan di Yaman, karena khawatir akan serangan susulan, dimana jet masih terbang di atas tempat tersebut.

Sebuah serangan udara dilancarkan oleh koalisi yang dipimpin oleh Saudi yang menyerang pesta pernikahan di utara Yaman pada tanggal 23 April 2018. Serangan ini membunuh antara 22 dan 33 orang dan melukai lebih dari 55 orang. Informasi ini dikatakan oleh pejabat resmi kesehatan setelah munculnya gambar mengerikan di media sosial akibat bom hari sebelumnya.

Khaled al-Nadhri, kepala pejabat resmi provinsi utara Hajja, mengatakan bahwa paling banyak yang tewas adalah dari perempuan dan anak-anak yang berkumpul di satu tenda dalam pesta pernikahan di distrik Bani Qayis. Ia menambahkan bahwa pasangan pengantin juga tewas.

Kepala Rumah Sakit Mohammed al-Sawmali mengatakan bahwa 45 lebih orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit lokal al-Jomhouri

Rekaman peristiwa serangan memperlihatkan tersebar potongan tubuh dan lelaki muda dengan baju hijau memeluk badan seseorang yang sudah tewas. Ia berteriak dan menangis

Juru bicara Menteri Kesehatan, Abdel Hakim al-Kahlan mengatakan bahwa pada mulanya ambulan sempat tidak mampu untuk menjangkau tempat kejadian, karena khawatir serangan udara lanjutan dari jet yang masih terbang di udara di tempat kejadian setelah serangan pertama.

Koalisi yang dipimpin oleh Saudi telah berperang dengan Yaman untuk menyerang pemberontak Syiah yang dikenal dengan Houti. Houti telah banyak menguasai wilayah utara, dan ibukota Sanaa.

Lebih dari 3 tahun, lebih dari 10.000 sipil telah tewas, 10.000 terluka, dan lebih dari 3 juta terlantar karena perang.

Pejabat resmi PBB dan kelompok HAM menuduh koalisi telah melakukan kejahatan perang dan bertanggung jawab terhadap hampir semua korban yang tewas. Serangan udara telah membunuh pernikahan, keramaian pasar, rumah sakit, dan sekolah.

Saudi menyalahkan pemberontak Houti dan mengklaim bahwa Houti menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia, serta berlindung di balik masyarakat sipil.

AS dan negara-negara Eropa juga telah dikritik dan dituduh telah terlibat dalam serangan Saudi di Yaman. Karena mereka juga telah mendukung aliansinya dengan menyuplai senjata senilai milyaran dolar

Sumber: South China Morning Post

Diterjemahkan oleh Labib Syarief

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here