Forum Satu Bangsa (FSB) menyelenggarakan diskusi dengan tema “Dari Ranah Minang Nusantara Dirajut”. Diskusi menghadirkan narasumber Ketua Umum Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) Rafik dan Tim Kaderisasi PB PMI Satria Efendi Tuanku Kuniang. Diskusi dilaksanakan Rabu (26/2/2020) di kantor FSB di kawasan Tebet Barat 1 Jakarta Selatan.

Menurut Rafik, landasan kenapa orang Minang sukses di perantauan karena memakai falsafah Dima bumi di pijak disitu langit dijunjung. Sehingga orang Minang dapat diterima dimanapun berada dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Sejarah juga membuktikan mayoritas founding fathers bangsa ini adalah anak muda Minang. Walaupun jujur diakui berberapa dekade belakangan ini terjadi degradasi peluang orang Minang memimpin di bangsa ini.

“Tapi saya sekarang bangga dan dukung penuh, dengan adanya anak muda Minang dengan keilmuan agama dan adatnya matang yakni Satria Tuanku Kuniang maju sebagai kandidat Ketua Umum PB PMII. Saya pastikan jika Satria Tuanku Kuniang diamanahkan jadi Ketum PB PMII maka PMII dan NU akan semakin besar. Karena orang Minang terkenal pemikir dan visioner,” kata Rafik.

Satria Tuanku Kuniang mengatakan, penyebaran Islam secara merata dan menyeluruh di Minangkabau dilakukan oleh Syekh Burhanuddin Ulakan. Walaupun sebelum itu Islam telah masuk , dan bisa dipastikan jika orang Minang pasti beragama Islam, ada tiga point penting yang Satria sampaikan, dari ranah Minang Nusantara dirajut.

Pertama, kata Satria, spritual jejaring keislaman yang menyebar ke seantero negeri. Seperti Syekh Burhanuddin menyebarkan Islam di Minangkabau, Datuk Karamah di Palu Sulteng, dan Datuk Ribandang, Datuk Patimang, Datuk Ditiro di Sulawesi Selatan, serta Syekh Ahmad khatib Alminangkabawi yang merupakan guru para pendiri ormas Islam di Indonesia. Seperti : KH hasim Asy’ari pendiri NU, KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, Syekh Sulaiman arasuli pendiri PERTI.

Kedua, kata Satria lagi, tokoh pendiri bangsa. “Mayoritas pendiri bangsa Indonesia berasal dari Minang seperti : Hatta, Syahril, Tan Malaka, Natsir, Yamin, Agus Salim, Rohana Kudus, Rasuna said, dll . Faktor penyebab mereka bisa menjadi orang besar karena mengamalkan falsafah Minang itu sendiri yang diperkuat dengan silat lidah.

“Ketiga, diaspora orang Minang dalam membangun perekonomian, dimanapun daerah jika dihuni orang Minang maka akan terjadi percepatan kemajuan ekonomi, dengan kemahiran orang Minang pandai berdagang dan berbisnis,” tutur Satria mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here