Ramai pemberitaan tentang penyitaan buku beraliran kiri oleh TNI di Pare, Kediri.

Menurutku itu terlalu berlebihan sih, selain alasan penyitaan karena ketakutan yg masih mengarah pada isu PKI. Penyitaan tersebut juga sepertinya juga tidak didasarkan pada riset terlebih dulu.

Sbg lulusan fakultas politik, tentu bukan hal aneh untuk mempelajari buku-buku dari berbagai pemikiran. Entah itu marxisme, kapitalisme, fasisme, dll. Tapi mempelajari hal tersebut bukan berarti meyakini kan? Lebih hanya untuk belajar memetakan ideologi yang eksis di dunia, untuk memahami how this world is work. Lagi pula, kita tidak bisa menyamakan setiap ideologi kiri adalah komunis dan setiap komunis adalah PKI kan.

Terlebih lucunya, salah satu buku yg disita berjudul “Benturan NU – PKI” karena Mas Mun’im DZ. Jika alasan penyitaan ini adalah ketakutan tentang kebangkitan PKI (yangg mengHANTUi itu), tentu lucu jadinya jika buku benturan NU PKI disita.

Karena buku ini justru menjabarkan sejarah dan kritik terhadap PKI yg saat itu memiliki benturan keras dengan NU. Apalagi buku ini pernah dibedah bersama TNI pula. Pertanyaannya, jadi pak TNI ini sudah baca buku-bukunya kah?

Plis pak buku NU-PKI ku jangan disita ya, hadiah soalnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here