Jakarta – 9 Februari 2019 – Dukungan untuk pasangan capres cawapres 01, Ur. Joko Widodo dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin terus mengalir deras bak air sungai. Gaya kampanye yang santun, bijaksana dan penuh keteladanan serta mengedepankan program menghadirkan simpati masyarakat yang sangat besar. Khusus Cawapres, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin bahkan membuka Rumah Jama’ah, kajian shubuh dan tausiah kebangsaan, untuk mendengar aspirasi masyarakat. Tanpa membeda-bedakan golongan dan ras, semua diterima dengan pintu terbuka di kediamannya, Jalan Situbondo 12, Menteng, Jakarta Pusat. “Rumah Jama’ah terbuka untuk siapa saja yanh ingin bersilaturrahim. Kita mengaji, berdzikir, bersholawat, dan berdoa bersama. Saya juga mendengarkan semua aspirasi yang datang. Semua semata untuk Indonesia maju,” kata KH. Ma’ruf Amin.

Sabtu shubuh kali ini giliran Forum Santri Indonesia (FSI) DPD Jawa Barat yang datang. Dipimpin langsung Ketua Umum DPD Jabar, H. Dadan Tri Yudianto beserta pengurus lengkap. Ikut mendampingi Ketua Umum DPP FSI, Iwan Ari Kurnia. “Santri ikut apa kata Kiai. Sami’na wa atho’na. Nah, saat ini Kiai Santri maju sebagai Cawapres 01 mendampingi Ir. Joko Widodo. Jadi, hukumnya fardhu ain untuk memilih Kiai. Dosa kalau berlaling ke lain hati,” kata H. Dadan. “Bukan 100 persen lagi, 1000 persen FSI akan total mendukung KH. Ma’ruf Amin. Bukan saja untuk pribadi, santri juga harus total mengampanyekan Kiai-nya untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019. Dimanapun KH. Ma’ruf berada, santri siap siaga jiwa dan raga,. Santri mengaji, santri mengabdi untuk Kiai” Iwan Ari Kurnia menambahkan.

KH. Ma’ruf Amin sangat bahagia mendapatkan dukungan para santrinya. Ini menambah energinya terus “gerilya darat” untuk meyakinkan pemilik suara memilih pasangan 01. “Kalau santrinya sudah begitu semangat fan antusias. Kiainya harus lebih semangat lagi. Demi himayatuddin dan hijayatuddaulah,” KH. Ma’ruf Amin menegaskan.

Dalam Tausiahnya, KH. Ma’ruf Amin memotivasi para santri. Ke depan menurutnya santri tak hanya harus pandai baca al-qur’an, paham hadits dan memahami kajian kitab kuning. Santri juga harus dibekali pengetahuan umum lainnya agar bisa bersaing dalam pergaulan dunia yang semakin kompetitif. “Undang Undang Pesantren akan kian menguatkan posisi santri dalam persaingan kerja bahkan punya nilai lebih dibandingkan yang lain. Selain punya spesialisasi di bidang umun, santri punya kelebihan lain: jago ngaji dan fasih kitab kuning. Dunia akhirat dapat,” kata KH. Ma’ruf Amin.

Tugas terdepan bagi kalangan santri saat ini adalah perang terhadap Hoax. Efek tsunami teknologi yang tak terbendung. “Kelebihan santri itu adalah kecerdasaannya dalam melihat permasalahan dan mencerna informasi. Jangan sampai santri teroengaruh hoax yang bukan hanya merusak persaudaraan, tapi juga bisa menghancurkan satu negara. Banyak negara porak-poranda karena hoax. Indonesia negara yang heterogen, potensi pecah belah lewat hoax saat besar. Santri harus berada di garda terdepan untuk menangkal. Katakan tidak pada hoax. Turn Back Hoax!,” KH. Ma’ruf Amin menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here