Dalam diskusi yang diadakan FK-GMNU tentang “Politik Kaum Muda” di gedung PBNU lantai 5, disana hadir salah satu narasumber yang bernama Wahab Tolauhu (aktivis 98). Beliau memaparkan tentang perlawanan kader PMII terhadap rezim orde baru.

“Saat itu PMII yang tergabung dalam kelompok Cipayung telah terkooptasi oleh rezim Orde Baru, akhirnya senior kami bang Amsar Dulmanan perintahkan kita ganti baju, maka dibentuklah saat itu Forum Kota (Forkot) dan Famred,” Ujarnya.

Disini menunjukkan bahwa Forkot dan Famred adalah gerakan alternatif dari aktivis PMII untuk melakukan gerakan perlawan terhadap rezim Orde Baru.

“Semua elit pada saat itu mendukung Pemilu untuk Soeharto terpilih lagi, kami menjadi anak sebatangkara, tapi kami terus melawan fakta bahwa Soeharto tidak bisa dijatuhkan, dan ternyata rezim tersebut tumbang,” kata politisi muda Hanura ini.

“Kami saat itu menjahit simpul-simpul gerakan di seluruh Indonesia. Kami turun ke buruh, petani, dan PKL. Sampai kami harus cuti kuliah saat itu, agar bisa merasakan penderitaan rakyat saat itu,” tegasnya

Kini Wahab beserta sebagian aktivis 98 memutuskan untuk masuk ke Partai Politik untuk memperjuangkan cita-cita reformasi yang belum selesai. Bahkan tantangan kini adalah otoritarianisme dan fasisme yang mengatasnamakan agama, berupa gerakan transnasional yang ingin mengganti Pancasila, dan juga ada gerakan terorisme.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here