Moskow – Valentina Matvienko, juru bicara Majelis Parlemen Tinggi Rusia mengatakan pada Rabu, bahwa Moskow akan merespons sanksi AS dengan tepat sasaran dan menyakitkan, seperti yang dilaporkan sebuah kantor berita Rusia.

Pada bulan ini AS telah menambahkan beberapa perusahaan dan pejabat resmi Rusia ke dalam daftar hitam sanksi AS sebagai tindakan yang dikatakan Kremlin sebagai “aktivitas yang memfitnah”. Moskow mengatakan sanksi-sanksi tersebut melanggar hukum dan mengingatkan akan melakukan tindakan balasan.

“Tidak ada satupun yang seharusnya di bawah ilusi apapun” Matvienko, seseorang yang sangat dekat dan berafiliasi dengan Kremlin yang kalimatnya dikutip oleh kantor berita Interfax.

“Respons Rusia terhadap sanksi yang kami sebut sebagai sanksi perlawanan akan sangat tepat sasaran, menyakitkan, tanpa pertanyaan yang sensitif dan jelas ditujukan untuk mereka, negara yang menerapkan sanksi ke Rusia” tambah Matvienko.

“Sanksi bagaikan pedang bermata dua, dan bagi yang menerapkan sanksi seharusnya mengerti bahwa sanksi terhadap negara-negara, khususnya seperti Rusia, akan membawa resiko dan konsekuensi yang serius bagi yang menerapkan sanksi”

Anggota Parlemen Majelis Rendah Rusia telah menyusun legislasi yang akan memberikan kekuatan kepada pemerintah Rusia untuk melarang atau membatasi impor barang dan jasa dari AS, mulai dari obat-obatan, perangkat lunak dan mesin roket. Namun, Kremlin belum mengatakan bentuk langkah-langkahnya.

Pejabat senior AS mengatakan hari Senin bahwa Presiden Donald Trump telah menunda penerapan tambahan sanksi terhadap Rusia dan tidak mungkin untuk menyetujui tambahan sanksi kecuali Moskow melakukan serangan Siber atau tindakan provokasi lainnya.

Sumber: Reuters

Diterjemahkan oleh Labib Syarief

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here