Rini pastikan LRT Cawang-Cibubur beroperasi komersil akhir Oktober

Jumat, 23 Agustus 2019 16:47 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) saat meninjau LRT Jabodebek di Pitstop temporary LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta, Jumat. ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu

Kita optimistis berjalan sesuai rencana untuk pembangunan tahap 1Jakarta (ANTARA) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan proyek Light Rail Transit (LRT) tahap satu untuk lintas layanan Cawang-Cibubur bisa beroperasi pada akhir Oktober 2019.
"Saya ke sini untuk memastikan proyek LRT Lintas Cawang-Cibubur berjalan sesuai rencana, dan kita targetkan beroperasi komersil di akhir Oktober. Sebelum beroperasi, tentunya ada tahapan testing dan simulasi untuk mengecek betul kesiapannya baik jalur, listrik dan lain-lain," kata Menteri Rini di Pitstop temporary LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta, Jumat.
Rini juga menambahkan, Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait sertifikasi dan izin untuk mendukung pengoperasian LRT secara komersil.
Saat ini progres proyek LRT jalur Cawang-Cibubur telah mencapai 85 persen.
Baca juga: LRT Jabodebek akan diujicoba Oktober mendatang
"Nantinya satu kereta LRT itu membawa enam gerbong dengan kapasitas 1.200 penumpang. Keretanya sudah siap dari PT INKA (Persero). Saya optimistis bisa selesai sesuai target dan kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenhub untuk izin dan sertifikatnya," tambah Menteri Rini.
Sementara itu, Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto mengatakan, secara keseluruhan pembangunan prasarana LRT Jabodebek tahap I telah mencapai 64,4 persen.
LRT Jabodebek tahap 1 terdiri dari tiga lintas layanan yaitu, Lintas Cawang-Cibubur dan Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas dan Lintas Cawang-Bekasi Timur.
“‘Kita optimistis berjalan sesuai rencana untuk pembangunan tahap 1. Saat ini, pekerjaan yang sedang dilakukan di lintasan meliputi proses pemasangan longspan, pemasangan trackwork atau jalur rel, pembangunan stasiun di tiga lintas pelayanan dan pembangunan temporary pitstop di akhir lintas pelayanan I," ungkap Budi Harto.
Ia juga menambahkan, keunggulan proyek LRT Jabodebek ini yaitu penggunaan U-shape girder yang merupakan gelagar berbentuk ‘U' yang pertama digunakan di Indonesia. Gelagar ini diproduksi sendiri oleh anak perusahaan ADHI, PT Adhi Persada Beton.
U-shape girder memiliki keunikan dengan bentuk tipis dan ramping, serta memiliki kelebihan tahan gempa dan mampu mengurangi bunyi kebisingan kereta.
Selain U-shape girder, ADHI juga menggunakan longspan atau bentang panjang yang berada di beberapa titik, antara lain di JORR, Cililitan, dan Cikoko yang telah terhubung pada 29 Maret 2019 lalu.
Longspan yang berada di JORR saat ini menjadi longspan terpanjang di dunia yakni mencapai 90 meter, melewati longspan yang berada di Dubai dengan panjang 74 meter dengan konstruksi beton.
Untuk pekerjaan stasiun, ada beberapa titik stasiun untuk LRT Jabodebek, antara lain Stasiun Harjamukti, Stasiun Ciracas, Stasiun TMII, Stasiun Cikunir, Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Cawang, Stasiun Kuningan hingga Stasiun Dukuh atas.
Saat ini, pembangunan stasiun sudah memasuki tahap pemasangan atap dan penyelesaian beberapa ruang dalam stasiun. Di akhir lintas pelayanan I di Stasiun Cibubur, dibangun pula temporary pitstop yang digunakan sebagai tempat parkir kereta yang direncanakan tiba tahun ini.
"Untuk uji coba, ADHI menyiapkan stasiun Cibubur dan stasiun Ciracas sebagai tempat uji coba kereta," katanya.
Baca juga: Komentar warga soal LRT Jakarta yang belum beroperasi

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Original Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here