Dalam forum diskusi rutin Majelis Dzikir Hubbul Wathon pada 10 Mei 2019, hadir Romo Benny Soetrisno sebagai salah satu narasumber. Tema diskusi tersebut adalah The Gus Dur Code: Pemikiran dan Tindakan.

Romo Benny bercerita tentang peristiwa pengusiran Gus Dur dan dirinya saat mengisi seminar di Purwakarta.

“Gus Dur dengan saya mengisi seminar di Purwakarta, saat itu ditolak teman-teman dari Front Pembela Islam (FPI). Saat itu Banser berdatangan (membela Gus Dur), tapi dicegah oleh Gus Dur.

Gus Dur berpendapat bahwa Negara ini diatur oleh konstitusi, maka segala masalah harus diselesaikan dengan dialog, bukan dengan kekerasan,” ujar Romo Benny.

Permasalahan antara Gus Dur dan FPI bermula dari sebuah acara dialog Forum Lintas Agama dan Etnis di Purwakarta, Jawa Barat, 23 Mei silam. Ketika itu Gus Dur yang diundang menjadi pembicara diusir oleh anggota FPI Purwakarta. Mereka menganggap tindak-tanduk Gus Dur dalam soal pornografi telah melukai umat Islam.

Sebagaimana dikutip dari liputan 6, kasus pengusiran ini ternyata berbuntut panjang. Pro dan kontra langsung bermunculan. Di Jember, Jatim, ratusan pendukung K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur nyaris bentrok dengan anggota FPI Jember.

Aksi serupa juga terjadi di Madiun. Puluhan massa pendukung Gus Dur menyesalkan tindakan FPI Purwakarta yang mengusir Gus Dur. Sedangkan di Surabaya, sejumlah pendukung Gus Dur memprotes pengusiran tersebut dengan cara memblokir jalan raya Lamongan-Surabaya. Tidak hanya itu mereka juga menuntut FPI meminta maaf.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa Gus Dur tidak mau menggunakan cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah, namun lebih mengutamakan dialog.

“Gus Dur mengajak kita meredam konflik agama, tokoh lintas agama diajak turun ke bawah, ketemu kyai Pesantren, jadi Gus Dur menyelamatkan bangsa dengan membangun dialog. Gus mampu mencairkan suasana dari kalangan elit dan akar rumput

Gus Dur bukan hanya pemimpin agama, tapi pemimpin visioner yang mampu membaca masa depan,” tegas Romo Benny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here