Sungguh membuat keprihatinan yang teramat sangat bagi keluarga KH. Ma’ruf amin, umat islam, dan seluruh elemen bangsa Indonesia. Beredarnya video ucapan selamat merayakan natal bagi saudara-saudara kaum kristiani yang disampaikan beliau cawapres no. Urut 1 masif beredar yg telah diedit/dipotong bahwa beliau menyatakan diri sebagai kaum kristiani sungguh menyesatkan. Ucapan beliau yang tadinya : “kepada : saudara kami yang beragama kristiani…”, dipotong menjadi seperti : ” saudara-saudara, kami yang beragama kristiani…”. Logikanya mana mungkin beliau bisa menyatakan diri sebagai kaum nasrani. Dalam konteks beliau meyampaikan ucapan selamat memperingati hari natal dan tahun baru kepada saudara2 kita sebangsa dan setanah air adalah dalam kapasitas beliau sebagai calon pemimpin nasional untuk menghormati saudara-saudara sebangsa dan setanah air, karena dalam konteks ini beliau adalah calon pemimpin buat semuanya, tetapi bukan untuk berubah menjadi orang lain.
Dalam hal beliau menyampaikan ucapan ini apalagi dalam konteks beliau sebagai calon pemimpin nasional adalah sebagai bentuk muamalah sosial dengan berdasarkan pada pada firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Surat Al-Mumtahanah ayat 8:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ

Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Pada ayat di atas, Allah subhanahu wa ta’ala tidak melarang umat Islam untuk berbuat baik kepada siapa saja yang tidak memeranginya dan tidak mengusirnya dari negerinya. Sedangkan, mengucapkan selamat Natal merupakan salah satu bentuk berbuat baik kepada orang non Muslim yang tidak memerangi dan mengusir, sehingga diperbolehkan.

Demikian juga yang dilakukan oleh sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu anhu menjamin keberlangsungan ibadah dan perayaan kaum Nasrani Iliya’ (Quds/Palestina):

هَذَا مَا أَعْطَى عَبْدُ اللهِ عُمَرُ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ أَهْلَ إِيْلِيَاءَ مِنَ الْأَمَانِ: أَعْطَاهُمْ أَمَانًا لِأَنْفُسِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ وَكَنَائِسِهِمْ وَصَلْبَانِهِمْ وَسَائِرِ مِلَّتِهَا، لَا تُسْكَنُ كَنَائِسُهُمْ، وَلَا تُهْدَمُ.

“Ini merupakan pemberian hamba Allah, Umar, pemimpin kaum Mukminin kepada penduduk Iliya’ berupa jaminan keamanan: Beliau memberikan jaminan keamanan kepada mereka atas jiwa, harta, gereja, salib, dan juga agama-agama lain di sana. Gereja mereka tidak boleh diduduki dan tidak boleh dihancurkan.” (Lihat: Tarikh At-Thabary, Juz 3, halaman 609)

Syauqi Ma’ruf Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here