Sebagaimana yang dikutip dari NU Online, menurut Bambang (Ketua Lesbumi Bogor), dari sebuah naskah kuno diceritakan bahwa Prabu Siliwangi adalah seorang Muslim, bersumberkan Buku Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis Pangeran Arya Cirebon (1720), Prabu Siliwangi masuk Islam saat hendak menikahi Subang Larang.

“Kami ingin meluruskan mitos atau opini yang berkembang di masyarakat secara turun temurun, bahwa Prabu Siliwangi penganut Hindu. Prabu Siliwangi adalah seorang Muslim dan Pajajaran bukanlah kerajaan Hindu, melainkan kerajaan yang secara turun temurun mewariskan nilai Sunda Wiwitan atau Jati Sunda,” kata Bambang.

Ada sebagian masyarakat yang meyakini bahwa Eyang Prabu Siliwangi adalah seorang wali Allah.

Prabu Siliwangi adalah suami dari Nyai Subang Larang yang merupakan putri kandung Syekh Quro.

Syekh Quro adalah Syekh Qurotul Ain atau Syekh Hasanudin atau Syekh Mursahadatillah. Menurut naskah Purwaka Caruban Nagari, Syekh Quro adalah seorang ulama. Dia adalah putra ulama besar Perguruan Islam dari negeri Campa yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih ada garis keturunan dengan Syekh Jamaluddin Akbar al-Husaini serta Syekh Jalaluddin ulama besar Mekah. Jika ditarik dan dilihat dari silsilah keturunan, Syekh Hasanudin atau Syekh Quro masih ada garis keturunan dari Sayidina Husein Bin Saiyidina Ali r.a., menantu Nabi Muhammad SAW. dari keturunan Dyah Kirana ( Ibunya Syekh Hasanudin atau Syekh Quro ). Selain itu Syekh Hasanudin atau Syekh Quro juga masih saudara seketurunan dengan Syekh Nurjati Cirebon dari generasi ke– 4 Amir Abdullah Khanudin.

Dari pernikahan Prabu Siliwangi dan Nyai Subang larang, lahir tiga keturunan yaitu Raden Walangsungsang, Nyai Lara Santang dan Raja Sengara atau Raden Kian Santang. Setelah dewasa Raden Walangsungsang diperkenankan meninggalkan Pajajaran untuk memperdalam ilmu Islamnya yang kemudian disusul oleh adiknya yaitu Lara Santang. Diperjalanan menuju Cirebon Raden Walangsungsang menikah dengan Nyai Endang Geulis.

Menurut Babad Cirebon dimasa sepuhnya Prabu Siliwangi merad (Moksa) setelah Pajajaran (Galuh) dikalahkan oleh Cirebon.

Syarif Hidayatullah dilahirkan di Makkah pada tahun 1448 M putra pertama dari pernikahan Syarif Abdullah dengan Syarifah Mudaim atau Lara Santang. Kesultanan Cirebon lahir setelah Syarif Hidayatullah menikahi sepupunya Nyai Pakungwati anak dari Raden Walangsungsang, yang pada waktu itu menjadi kuwu Cirebon.

Ajaran Prabu Siliwangi yang terkenal adalah silih asah, silih asih, silih asuh. Orang yang menjalani falsafah ini dalah kehidupan, maka ia akan menjadi siliwangi, namanya wangi atau harum, menjadi terhormat di masyarakatnya. Inilah warisan Eyang Prabu Siliwangi, leluhur para wali Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here