Amsar A. Dulmanan (Koordinator Nasional FK-GMNU) mengatakan dalam diskusi tanggal 9 Agustus 2018 bahwa, “realisme adalah teori yang terkait globalisasi, dimana ada dua realitas dalam globalisasi yaitu teknologi dan ekonomi. Globalisasi memberikan ruang untuk hegemoni, jadi kemandirian tidak ada, karena semua dikuasai oleh pasar.

Globalisasi memberikan otoritas kuasa kepada pemilik teknologi dan ekonomi tersebut. Penguasaan teknologi dan informasi seharusnya sejalan dengan sumberdaya manusia, tapi realitasnya sumber dayanya dibodohkan.” Ujarnya

Okky Tirto salah satu narasumber dalam diskusi mengatakan bahwa asing untuk menguasai ekonomi Indonesia bukan lagi dengan mengirim tentaranya, tapi melalui budayanya. Film dan musik Korea yang menjamur di Indonesia, disusul oleh produk-produk mereka yang masuk. Harajuku Style yang tidak familiar di Jepang bisa jadi trend di Indonesia, kemudian disusul lagi dengan produk mereka.

Amsar A. Dulmanan mengatakan, “ada konflik sosial yang terjadi yang tidak berbasis lokal, dimana masyarakat Indonesia dipaksa tercerabut dari budayanya. Partai nasionalis dan Partai Islam sudah tercerabut dari ideologinya, menjadi Partai yang ikut kepentingan pasar.

Konflik sosial sengaja mereka munculkan agar kita tidak punya waktu untuk melakukan kontrol pada otoritas kuasa yang ada. Kita disibukan dengan perdebatan Islam Nusantara dan Islam garis keras, sehingga kita dibutakan terhadap realitas bahwa konflik sosial sengaja diciptakan bagi mereka yang memiliki otoritas dana untuk terus menghegemoni.

Otoritas kelompok yang memiliki alokasi dana dan teknologi bisa menentukan siapa yang jadi Presiden dan siapa yang menjadi Wapres.

Realisme politik di Indonesia jangan hanya dilihat dari faktor internal (isu nasional), tapi juga perlu dilihat dari faktor eksternal (asing). Kita harus membangun kesadaran bahwa dibalik setiap konflik internal di Indonesia ada kepentingan eksternal yang selalu mencari keuntungan.” Tegas dosen UNUSIA ini.

Diskusi ini diadakan di gedung Yodya Tower, tujuannya membahas Realisme Politik Indonesia dan Keamanan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here