Oleh Labib Syarief

Saat Piala Dunia Rusia tahun 2018, banyak pemimpin negara Barat tidak datang di pembukaannya. Ini terjadi karena efek hubungan politik yang banyak memanas antara Rusia dengan Barat. Seperti karena kasus Krimea dan konflik di Suriah. Tapi saat final Piala Dunia, Presiden Prancis, Emmanuel Macron datang ke Rusia untuk mendukung negaranya di final. Bahkan Prancis jadi juara Pialia Dunia 2018.

Kedatangan Macron tentu unik, karena ia merepresentasikan pemimpin Barat dan mau datang ke Rusia yang notabene hubungan Barat dan Rusia yang sedang tidak baik. Hebatnya baik saat menonton final Piala Dunia antara Kroasia dengan Prancis maupun saat penyerahan medali untuk finalis Piala Dunia di Moskow, Macron secara langsung bertemu Putin.

Jadi karena Piala Dunia, Macron mau datang ke Rusia, menanggalkan hubungan politik yang sedang tidak baik antara Barat-Rusia, hal ini tentunya baik dalam perdamain dunia, meskipun terjadi sementara. Maka dapat dikatakan bahwa Piala Dunia dapat menjadi sarana perdamaian dunia.

Pemandangan salah satu bentuk perdamaian dunia juga tersaji saat Asian Games 2018. Saat pembukaannya di Jakarta, tepatnya di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (18/8/2018). Kontingen Korea Utara dan Korea Selatan bersatu dalam bendera Unifikasi Korea. Bahkan Perdana Menteri Korea Selatan, Lee Nak-Yon dan Wakil Perdana Menteri Korea Utara Ri-Ryong Nam terlihat berpegangan tangan bersama di tribun VVIP yang menandakan kemajuan perdamaian dua Korea. Sehingga sama seperti Piala Dunia, Asian Games menjadi sarana untuk perdamaian dunia.

Maka wajar Presiden Jokowi berkata bahwa “Asian Games menjadi salah satu momen penting yang dapat terus memperkokoh perdamaian dan persahabatan antara Korea Selatan dengan Korea Utara,”

Pernyataan Jokowi ini diucapkan saat mendapatkan kunjungan kehormatan antara perwakilan Korea Selatan, yakni Perdana Menterinya dan perwakilan Korea Utara, yaitu Wakil Perdana Menterinya di Cofftea House, kompleks GBK, pada Sabtu (18/8/2018).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka Piala Dunia dan Asian Games bukan hanya soal olahraga saja. Tapi event olahraga internasional tersebut justru dapat dijadikan alternatif dalam sarana perdamaian dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here