“Pada akhirnya, Anda adalah penyembuh teragung untuk diri Anda sendiri”, demikian pesan yang kerap terdengar di dunia kesembuhan. Dan ini mungkin terjadi kalau seseorang menggali lapisan-lapisan dirinya secara sangat dalam.

Bagi setiap sahabat yang pernah tinggal lama di hutan mengerti, kapan saja binatang di hutan badannya terluka, mereka akan mencari tempat aman dan nyaman untuk istirahat. Begitu mereka istirahat secara cukup, secara alamiah mereka akan tersembuhkan.

Persoalan yang terjadi dengan banyak manusia yang sakit khususnya, mereka tidak pernah istirahat. Bahkan tatkala badan sudah dirawat di rumah sakit pun, pikiran dan perasaan mereka belum istirahat. Ada yang sibuk marah-marah, ada yang tidak pernah berhenti menghakimi orang.
Terinspirasi dari sini, langkah pertama sekaligus yang paling utama dalam perjalanan menjadi penyembuh bagi diri sendiri adalah belajar istirahat. Ciri utama pikiran dan perasaan yang sudah istirahat sederhana, ia sudah bisa melihat semua sempurna apa adanya.

Ia sesederhana melihat kelapa tumbuh di pantai yang panas, pinus tumbuh di gunung yang dingin. Keduanya tumbuh di tempat yang berbeda, tapi keduanya bertumbuh indah apa adanya. Cara pandang yang sama juga disarankan pada orang-orang dekat khususnya. Sehingga lebih sedikit seseorang mengalami kebocoran energi.

Di zaman ini, sumber kebocoran energi yang paling besar yang membuat manusia mudah sakit adalah pikiran yang penuh dengan penghakiman. Sejalan dengan semakin majunya pendidikan, banyak sekali manusia yang mengalami kebocoran energi melalui pikiran.

Coba perhatikan jiwa-jiwa yang resah dan gelisah. Semuanya memiliki pikiran dualistik yang penuh dengan penghakiman. Sebagian dari mereka bahkan mati muda, terkena penyakit parah yang tidak bisa disembuhkan. Sebabnya sederhana, terlalu banyak energi yang bocor melalui pikiran.

Sebagai pengimbang dari bocornya energi di mana-mana, manusia memerlukan sumber energi untuk membantu jiwa sembuh serta seimbang. Tetua zaman dulu mengenal istilah alam kecil dan alam besar. Dan seseorang mulai terhubung dengan sumber energi berlimpah saat alam kecil (diri kita) terhubung rapi dengan alam besar (alam semesta).

Itu sebabnya di Barat banyak yang menulis kalau keterhubungan spiritual adalah akar dari semua kesembuhan. Ada banyak jembatan yang bisa membantu jiwa-jiwa agar mengalami keterhubungan. Dari meditasi, yoga, doa, puja serta praktik spiritual lainnya.

Untuk konsumsi publik, sangat-sangat disarankan untuk menghabiskan banyak waktu di alam terbuka seperti taman, pantai, danau, gunung, samudra. Kemudian belajar membangun jembatan melalui rasa trimakasih dan rasa syukur yang mendalam. Dalam bahasa sederhana sekaligus mendalam, saat-saat keterhubungan adalah saat-saat kesembuhan sekaligus kedamaian.

Penulis: Gede Prama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here