Peneliti Australia Temukan Penawar Ampuh Sengatan Ubur-ubur

Curtis Cuba, petugas keselamatan laut (penjaga pantai) di Hawaii, memegang dua ekor ubur-ubur di Pantai Waikiki, 22 Juli 2003. (Foto: dok).

SYDNEY, AUSTRALIA (VOA) —

Sebuah penawar ampuh untuk sengatan ubur-ubur yang berpotensi mematikan telah ditemukan oleh sejumlah peneliti Australia.

Ubur-ubur kotak, yakni jenis hewan laut tak bertulang belakang berbentuk kotak membawa racun yang dapat membunuh lebih dari 60 orang. Ubur-ubur itu merupakan salah satu hewan laut paling berbahaya di perairan Australia. Sungut-sungutnya memiliki jutaan sel penyengat. Masing-masing berisi tombak kecil yang terhubung ke sebuah bulatan seperti bohlam berisi racun. Rasa sakit yang ditimbulkan luar biasa, dan menyebabkan kulit mati. Jika dosis racunnya cukup besar, sengatan itu dapat menyebabkan serangan jantung dan kematian dalam beberapa menit saja.

Para ilmuwan di Sydney menggunakan pengeditan genom, yakni perangkat kromosom yang terdapat dalam setiap inti sel, untuk mendapatkan 'penawar molekuler' yang memblokir gejala suatu sengatan jika digunakan dalam 15 menit.

Professor Greg Neely mengemukakan ada percobaan yang berhasil pada tikus. "Itu adalah momen yang sangat menyenangkan ketika kami dapati bahwa temuan kami ini sebenarnya bisa berfungsi sebagai penawar dan juga aman. Nah, obat ini sudah diketahui aman bagi manusia, Jadi sekarang kita hanya perlu menunjukkan khasiatnya untuk racun ubur-ubur itu. Bisa jadi cepat, dalam satu atau dua tahun.”

Sains dan Kesehatan: Obat-obatan dari Australia mohon tunggu Embed share

Sains dan Kesehatan: Obat-obatan dari Australia

by VOA Indonesia Embed share The code has been copied to your clipboard. The URL has been copied to your clipboard

No media source currently available

0:00 0:02:41 0:00 Unduh

Pop-out player

Para ilmuwan meyakini obat itu dapat menghentikan kematian pada kulit dan rasa sakit yang parah ketika digunakan, namun belum diketahui apakah obat tersebut mampu mencegah serangan jantung.

Penelitian itu telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Communications.

Akan tetapi, Australian Marine Stinger Advisory Service mengungkapkan terapi baru itu dapat berisiko merangsang sel-sel penyengat untuk menyuntikkan "lebih banyak racun" ke dalam tubuh dan berpotensi memicu serangan jantung. Dinas yang menangani senagatan hewan laut itu meyakini bahwa pengobatan pertama yang lebih disukai terhadap sengatan ubur-ubur adalah cuka.

Ubur-ubur kotak dengan alat renang berbentuk lonceng itu juga ditemukan di Indonesia, Thailand, sebagian wilayah Afrika dan Teluk Meksiko. [mg/lt]

Original Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here