Diperoleh keterangan bahwa jika Mbah Mangli mengisi pengajian di tempat pengajiannya, baik di Desa Mangli maupun di Secang, dia selain bicara tanpa menggunakan pengeras suara, Padahal pengunjung yang mengikuti pengajian sangat banyak, mereka rela berdesak-desakan demi mendengarkan ceramah sang kiai.

Namun anehnya, meskipun sang kiai tidak menggunakan speaker dan meskipun jamaah men-dengarkan dari tempat yang cukup jauh dari Mbah Mangli berceramah mereka tetap mendengar suara kiai dengan jelas. Dan itu diketahui secara umum oleh para hadirin yang dengan setia mendengarkan ceramah Mbah Mangli.

Mbah Mangli punya kebiasaan menolak amplop yang lazim diberikan panitia usai mengisi pengajian. Ia selalu mengatakan: “Jika separoh dari jamaah yang hadir tadi mau dan berkenan menjalankan apa yang saya sampaikan tadi, itu jauh lebih bernilai dari apapun, jadi mohon jangan dinilai dakwah saya ini dengan uang, kalau tuan mau antar saya pulang saya terima, kalau kesulitan ya gak papa saya bisa pulang sendiri”
Selain tidak menggunakan pelantang, menurut sohibul hikayah, Mbah Mangli bisa mengisi pengajian di beberapa tempat sekaligus dalam waktu bersamaan. Ia bisa mengisi pengajian di Mangli, namun pada saat bersamaan juga mengaji di Semarang, Wonosobo, Jakarta dan bahkan Sumatera. Hal ajaib yang tidak masuk logika ini bisa terjadi lntaran Mbah Mangli punya “Ilmu Mlipat Bumi”.

Menurut sesepuh Dusun Mangli, Mbah Anwar (75), warga Mangli sangat menghormati sosok Mbah Mangli. Bahkan, meski sudah meninggal sejak 1999, nama Mbah Mangli tetap harum. Setiap hari ratusan pelayat dari berbagai daerah memadati makamnya yang berada di dalam kompleks pesantren.
Konon lagi pada saat pengajian bubar, selepas mengucap salam penutup, Mbah Mangli langsung dapat berjalan dengan kecepatan kilat meninggalkan arena pengajian untuk berpindah medhar sabdo di tempat lain. Konon pula Mbah Mangli setiap hari Jumat selalu ngrawuhi sholat Jumat di Masjidil Haram. Inilah yang disebut sebagai ilmu melipat bumi, dalam sakedeping mata bisa berpindah tempat di berbagai penjuru dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here