Apabila kamu ingin ibadah saja (tajrid) tetapi Allah menentukan kamu kerja, maka itu adalah hawa nafsu yang tersembunyi. Ketika kamu ingin bekerja keras, padahal Allah telah menempatkamu untuk ibadah saja, itu termasuk rendahnya cita-cita, menunjukkan terbelahnya cita-cita.

Tajrid adalah sikap hidup seseorang yang ingin beribadah kepada Allah, tanpa disibukkan dengan urusan-urusan tetek-bengek di alam dunia ini. Asbab itu adalah hukum kausalitas, rentetan dari berbagai macam kausalitas dari mencari lalu ada.

Kekayaan alam yang tersedia di sekitar kita ini tergantung kecerdasan kita. Alam yang kaya raya segala macam bisa tumbuh di sini tapi otak rakyatnya bodoh itu jadi percuma.

Ketika orang punya otak cerdas, alam yang miskin, tetap mereka bisa makan dan bisa kumpul, tetapi alam yang kaya raya otaknya goblok ya melarat. Termasuk otaknya cerdas tapi alamnya miskin adalah Singapura dan Jepang.

Hukum kausalitas itu adalah sesuatu terjadi dikarenakan oleh yang lain, namanya musabab.Ada peribahasa yang mengatakan, Kalau pengen kaya ia harus bekerja keras, lalu apakah orang yang santai-santai saja pasti miskin? Tidak juga! Kenapa tukangnya kop pasir di kertas Maya yang berkeringat seharian Kenapa tidak ada yang kaya? Allah membagikan Rizkinya kepada siapa saja yang dikehendaki-nya dan ditata, bisa itu dibagikan oleh Allah dengan cara dicari atau datang sendiri.

Ada anak yang sekolahnya main-main HP tapi pinter, tapi ada murid yang rajin tapi bodoh. Apakah maqom kita ini maqom tajrid Apakah maqom Kasab atau makam asbab itu sudah ada tingkatannya masing-masing.

Ada terjadi beberapa kasus, orang yang sudah maqom tajrid tergoda. Setelah reformasi, banyak partai-partai yang ajak para Kyai masuk politik, padahal santrinya sudah banyak, sudah ada Madrasahnya. Akhirnya kyai tersebut jadi anggota DPR. Kenapa tergoda begini? Inilah caranya setan menggoda orang, itu setiap malam diajak berdiskusi oleh setan, dalam pikirannya itu mengharapkan pemberian orang saja betapa hinanya, tunjukkan harga dirimu, kamu itu sekolahnya tinggi, bisa berbisnis, buat apa kamu hanya mengharapkan pemberian orang saja.

Setelah jadi DPR lalu jadi Bupati, dan sebagainya untuk menghilangkan rasa tamak, anaknya terjun ke partai politik juga sampai jadi Bupati juga.

Kyai tersebut jarang mengajar di pesantrennya, maka santrinya perlahan-lahan terus berkurang, santrinya bubar. Akhirnya jadi Anggota DPR korupsi dan akhirnya ditangkap KPK.

Ada yang maqom asbab tapi ingin tajrid, awalnya bisnis menjadi importir dan eksportir, menjadi admin penggembang, realistis uangnya sudah bermiliar-miliar. Tapi akhirnya pergi ke hutan untuk uzlah agar jadi wali, akhirnya bisnisnya bangkrut dan gagal juga jadi wali.

Intinya itu, hiduplah seperti air mengalir, jangan memutasikan dirimu sendiri, biarlah Allah yang memutasikan hidupmu, jadi tajrid atau asbab.

Buya Syakur Yasin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here