Ada kisah seorang Jama’ah majelis ingin berangkat ke acara Maulid, lalu sambil lewat menyapa Habib Sehan: “ Beib yo kita Maulid nanti kemaleman!” Habib menjawab sambil marah2:”Sudah sana heh KYAI ENTE aja duluan! Huh! nanti ane nyusul…brisik aja !” Saat tiba di majelis, ternyata entah lewat mana, Habib Sehan sudah berada dideretan jama’ah terdepan bersama para habaib dan ulama lainnya. Orang tersebut hanya berkata : “subhanalloh “ sambil senyum dan geleng kepala. Kemudian menyalami sambil peluk ahlan wasahlan sang Habib berkata: “ Heheh… barokah afwan ane sampe duluan ente belakangan,kikik…semuanya ayo..mari…tafaddhol…”

Selesai acara dan doa, hindangan keluar, keunikan lagi terjadi, semua hidangan diacak-acak oleh Habib, semua dicomot dicobain, yanhg belum tahu hanya tercengang, jama’ah tersebut sempat memberitahu agar dibiarkan tingkahnya itu, dan ulama yang lainpun hanya senyum lalu berdoa komat kamit terdengar sebait “barakalloh….Insyaalloh”

Ada juga kisah tukang es cendol di Madrasah Al Wathoniah Klender, Jakarta Timur. Habib Sehan mengambil es segelas tanpa permisi, apalagi bayar, namun si tukang es hanya geleng kepala tanpa komentar,sempat mau marah namun diberitahu oleh satpam yang mengenal sang Habib, lalu si tukang Es hanya diam, begitu selesai mendadak serombongan orang entah darimana memborong semua Esnya dengan bayaran lebih, hingga tidak perlu berjualan hingga larut malam, benar-benar laris manis….

Ada suatu kejadian yang lebih mengherankan lagi waktu Adzan maghrib berkumandang tepat di depan Musholla, Habib Sehan membawa gitar dan teriak teriak disaat jama’ah akan melangsungkan sholat maghrib.Hal ini membuat marah sang Marbot Mushollah, maka dengan lantangnya sang Marbot itu mencaci maki Habib Sehan habis-habisan. Tiba-tiba Habib Sehan menjepit leher Marbot tersebut dan dibenamkan kedalam ketiaknya, tiba tiba Sang marbot itu menangis sambil mengatakan ”Saya lihat Masjidil Haram Di Makkah… Saya lihat Baitullah dan Ka’bah di Mekkah…”. dan akhirnya si Marbot tersebut segera meminta maaf kepada Sang Habib Sehan.

Seperti yang pernah diceritakan oleh Ustadz Jaka Tingkir (Da’i dari Bekasi), ketika Habib Sehan mengikuti acara maulid Nabi di masjid Nurussalam disamping rumah Jaka Tingkir, usai acara maulid, Jaka Tingkir dipanggil oleh Habib Sehan untuk mengambil daun dan menyimpannya didalam koper, kemudian Habib Sehan menyuruh Jaka Tingkir untuk membeli mobil Toyota Fortuner yang berwarna putih pakai daun dalam koper tersebut, Namun Jaka Tingkir heran dan bertanya dalam hati (kok beli mobil baru pakai daun?) kata jaka tingkir dalam hati. Jaka Tingkir akhirnya membawa koper berisi daun tersebut dan membawanya ke dealer untuk membeli mobil yang dipesan Habib Sehan. Sesampainya di dealer mobil, hati Jaka Tingkir terasa dagdigdug. antara perasaan takut dan tak percaya bahwa yang dibawanya adalah uang asli.

Ada juga kisah seorang sopir trailer, dia sudah melanglang buana kemana saja, namanya pun terkenal dan disegani sebagai jagoan. Dia termasuk jawara, jangankan golok, peluru pun tidak takut, karena merasa punya ilmu kebal. Pernah suatu ketika ban truk bersama velgnya bisa diangkat hanya dengan satu tangan. Sampai-sampai orang yang melihatnya gerah tapi yang pasti teman satu kerjaan saya tidak ada yang berani sama dia.

Ceritanya, Sang Jawara itu sedang bertamu ke temannya, dan kebetulan bertemu lagi dengan Habib Sehan. Lalu dia lalu dia menyapa, “Assalaamu’alaikum” katanya. Bukannya jawaban salam yang didengar, tapi Habib Sehan justru mengumpat-ngumpat sama dia,
“Setan luh! ngapain lu kemari!!! klo lu manusia kaga make tuh begituan!!” Kata Habib Sehan marah, tiba-tiba Habib Sehan melempar muka dia dengan Asbak yang terbuat dari kaca.

Praaakkkkk!!!!

Darah mengalir deras dari jidat si Jawara, mukanya sampai basah kuyup oleh darah segar. Padahal ia sudah belajar ilmu kebal, bahkan tidak mempan ditembak. Takut, heran bercampur malu, tanpa basa-basi dia langsung nyelonong pulang ke rumah. Sampai dirumah dia langsung tidur. Baju yang terkena darah bekas lukanya itu hanya digantung diatas tempat tidur tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Tapi saat bangun tidur, terjadilah keanehan. Muka yang tadinya sobek, tiba-tiba kembali licin, bersih tanpa ada bekas luka.

Setelah kejadian itu dia langsung bertaubat. Ilmunya sekarang sudah rontok, dan Alhamdulillah setiap dengar suara adzan, sekarang dia langsung berlari ke Masjid untuk menunaikan sholat. Baju bekas darah akibat dianiaya Wan Sehan itu pun hingga kini masih dia simpan.

Pernah juga saat Habib Sehan ke daerah Jatibening Bekasi, ada rumah warga yang dicoret dengan pilok, akhirnya keesokan harinya pemilik rumah mendapatkan uang sejumlah angka yang ditulis Habib Sehan di tembok.

Dikutip dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here