Penjelasan KH.Said Aqil Siradj tentang tragedi Uigur di acara E-Talkshow TV One pada 4 Januari 2018. Beliau mengatakan :

Kesimpulannya bahwa pemerintah Tiongkok beda dengan dulu, sekarang sudah memberikan kebebasan kepada semua suku apapun untuk menjalankan agamanya masing-masing, asalkan tidak mengganggu ketertiban, tidak mengganggu ketenangan, dan saya pernah kesana. Saya pernah ke Xinjiang, Kumning, setiap kunjung ada masjid dibangun, bagus saya katakan.

Ya sudah kalau dengan demikian kalau masalahnya itu masalah karena agama maka saya protes keras, Nahdlatul Ulama protes keras kepada pemerintah ini. Kalau masalahnya separatisme, itu urusan dalam negeri Tiongkok.Kami minta menyelesaikan masalah dengan Soft, dengan pendekatan persuasif, kemanusiaan.

Masa Kaisar Kumning Mereka ingin memisahkan diri dari pemerintahan Tiongkok, karena apa? Terus terang saja, emang budaya juga beda, warnanya beda, warna lebih cantik-cantik. Sejarah yang sering sekali memberontak pada pemerintah pusat, bahkan sebelum Komunis, masa Kaisar pun mereka ingin memisahkan diri dari pemerintahan Tiongkok karena apa terus.

Bahasa mereka tidak bisa dipahami oleh suku lain, karena mereka itu keturunan dari Kazakhistan, jadi karena terhalang gunung dan danau. Mereka jumlahnya 18 juta umat Islam, masjid yang besar tapi ada fotonya diresmikan oleh Presiden sekarang ini, jadinya yang tidak memberontak maka akan diberikan kebebasan. Saya kunjungi keluarga besar, namanya Haji Muhammad di kota Kumning, bedanya dengan sekarang, sekarang kita boleh mengaji, belajar agama Islam asal di Masjid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here