Disunahkan memberikan sedekah kepada orang-orang fakir yang bertakwa dan berpaling dari dunia, yang mengharapkan dirinya pada perdagangan akhirat. Hal tersebut dapat menyebabkan hartanya bertambah. Nabi Muhammad SAW bersabda,”janganlah kamu makan melainkan makanan orang bertakwa, dan jangan ada yang memakan makanan anda kecuali orang yang bertakwa.

Sebagian Ulama mengutamakan sedekahnya untuk orang-orang fakir ahli Sufi, bukan pada selain mereka. Dikatakan pada Ulama tersebut: “Seandainya kebaikan anda merata kesemua orang, tentu lebih utama. Dia menjawab: Tidak, para Sufi tujuannya hanya Allah, kalau mereka fakir maka tujuannya akan kacau. Aku lebih menyukai mengembalikan tujuan seseorang kepada Allah daripada aku dapat membantu seribu orang yang tujuannya hanyalah dunia.

Imam Junaid Al-Baghdadi pernah didatangi Ulama tersebut, katanya ada seorang wali, usaha tokonya buruk dan ingin ia tinggalkan. Imam Junaid mengirimkan uang kepada wali tersebut untuk tambahan modal, karena perdagangan tidak akan membahayakan orang seperti wali tersebut. Wali tersebut sering rugi karena tidak pernah meminta harga dari orang-orang fakir yang membeli.

Ibnul Mubarak hanya bersedekah pada ulama. Ia sempat ditanya kenapa tidak membaginya merata ke semua orang. Ia menjawab: “Sesungguhnya aku tidak mengetahui kedudukan yang lebih mulia daripada para Nabi dan ulama.” Apabila para Ulama disibukan urusan materi, tentu mereka tidak akan fokus pada keilmuannya dan tidak konsentrasi dalam belajarnya. Karena memusatkan mereka pada ilmu itu lebih utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here