Syekh Abdul Qodir Jailani adalah seorang waliyullah dan Ahlulbait Nabi Muhammad SAW. Ayah beliau nasabnya dari Sayyidina Hasan dan Ibu beliau nasabnya bersambung ke Sayyidina Husein. Jadi kedua orang tua beliau memiliki nasab yang mulia.

Pada waktu Syekh Abdul Qodir Jailani masih bayi, di siang hari bulan Ramadhan tidak mau menyusu pada ibunya. Saat usia baligh, beliau sering mengunjungi para ulama yang mulia dan berpengetahuan tinggi. Dari sini menunjukkan bahwa beliau sejak kecil sudah ada tanda-tanda kewalian.

Beliau belajar ilmu fiqih, ilmu adab, dan ilmu tarekat. Pakaian yang biasa beliau kenakan terbuat dari bulu domba, kepalanya ditutup sobekan kain, dan berjalan tanpa alas kaki. Beliau makan buah yang masih di pohon, sayur mayur yang sudah dibuang, rumput tepi sungai, bahkan tidur dan minum sangat sedikit. Syekh Abdul Qodir Jailani bersungguh-sungguh dalam menjaga wudhu, bahkan itu jadi kebiasaan sampai wafat.

Pernah ada seratus ulama ahli fiqih Baghdad mendatangi beliau dengan membawa banyak pertanyaan, tujuannya untuk menguji kemampuan Syekh Abdul Qodir Jailani. Setelah mereka duduk dalam majelis, keluarlah cahaya dari tubuh Syekh Abdul Qodir Jailani, dan masalah yang sudah siap untuk dipertanyakan hilang begitu saja. Akhirnya semua pertanyaan seratus ahli fiqih tersebut bisa dijawab.

Inilah kisah Syekh Abdul Qodir Jailani yang merupakan Raja Para Wali. Beliau memiliki ilmu agama Islam yang dalam, mampu menundukkan hawa nafsu, zuhud, dan ahli makrifat. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan beliau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here