Iran telah mendukung Suriah dalam haknya mempertahankan wilayahnya, setelah Israel meluncurkan serangan yang ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur militer milik Iran yang berada di Suriah.

Komentar pertama diungkapkan oleh Iran pada Jumat (11/5) sejak gelombang serangan Israel yang dimulai hari Selasa (8/5). Menteri Luar Negeri Iran mengutuk Israel dengan pernyataan bahwa “serangan yang secara jelas telah merusak kedaulatan Suriah.”

Serangan udara ini merupakan yang terbesar dilakukan oleh Israel ke Suriah dalam kurun beberapa dekade.

Israel menyerang Suriah setelah 20 roket diluncurkan untuk menyerang pos militer Israel yang menempati dataran tinggi Golan.

Israel juga mengatakan bahwa serangan utamanya dilakukan oleh Iran. Tetapi Iran sendiri tidak secara langsung mengkonfirmasikan serangan ini atau menolaknya, Iran menyatakan bahwa serangan Israel ke Suriah merupakan sikap deklarasi sepihak dan tidak mendasar.

Iran telah menempatkan ribuan pasukan di Suriah, sekaligus menjadi penasehat militer untuk militer Suriah. Ribuan milisi bersenjata dilatih dan diberikan dana oleh Iran untuk memerangi pemberontak Suriah sebagai bentuk dukungan untuk pasukan pemerintah Suriah.

Pada hari Selasa (8/5), sebagai respons serangan dataran tinggi Golan, Israel menyatakan pesawat tempurnya telah menyerang hampir seluruh infrastruktur militer Iran di Suriah sejumlah 70 target. Hal ini merupakan serangan terbesar dalam perang sipil Suriah sejak tahun 2011.

Iran dan Israel merupakan dua negara yang saling bermusuhan, tetapi tidak berperang secara langsung.

BAGAIMANA IRAN MERESPONSNYA?

Sebagaimana dikutip dalam TV milik pemerintahan Iran, Juru bicara Menteri Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi, mengatakan “Iran mengutuk keras … serangan (Israel) ke Suriah. Diamnya dunia internasional mendorong agresi Israel. Suriah memiliki seluruh haknya untuk mempertahankan diri.”

Qasemi menyatakan Israel “tidak memihak pada perdamaian dan stabilitas kawasan, (sehingga hanya) melihat keamanannnya saja dan justru membuat kawasan tidak stabil.”

Ia mengungkapkan bahwa serangan Israel tidak mendasar dan telah melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan bertentangan dengan semua konvensi internasional.

Qasemi juga menambahkan bahwa serangan Israel adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh pendukung internasional yang memihak terhadap pemberontak Suriah untuk menopang mereka setelah “banyaknya kegagalan” dan mencoba untuk bersikap sesuai dengan yang mereka untungkan.

Pemerintah Suriah didukung oleh Iran dan Rusia, sehingga telah membuat kemenangan signifikan atas kelompok pemberontak dalam beberapa tahun sebelumnya.

APA YANG ISRAEL KATAKAN?

Seorang penentang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Kamis (10/5) bahwa Iran telah “melewati garis merah” dan aksi Israel “adalah sebuah konsekuensi” atas tindakan itu.

Ia mengatakan bahwa “Kami tidak akan mengizinkan Iran untuk mendukung Suriah. Saya menyampaikan pesan yang jelas kepada rezim Assad – tindakan kami diarahkan terhadap sasaran Iran di Suriah. Namun, jika militer Suriah menyerang kami, kami akan melawannya.”

Ia menambahkan “Siapapun menyakiti kami, kami akan menyakitinya tujuh kali dan siapapun yang mempersiapkan untuk menyakiti kami, kami akan bertindak untuk memukul mereka terlebih dahulu.”

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman dalam kunjungannya ke dataran tinggi Golan menekankan ke Assad bahwa untuk “melemparkan Iran keluar,” ia mengatakan bahwa “mereka (Iran) hanya akan menyakiti kalian”.

Danny Danon, Duta Besar Israel untuk PBB, menyerukan PBB untuk mengutuk Iran sebagai “aksi agresi” dan meminta Dewan Keamanan “untuk menghapus keberadaan militer Iran di Suriah.”

APA YANG TERJADI DI SURIAH PADA KAMIS (10/5)?

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa pada kamis pagi 20 roket telah diluncurkan ke pos terdepan di dataran tinggi Golan yang dilakukan oleh pasukan Quds, sebuah operasi luar negeri bersenjata milik Pasukan Revolusi Republik Islam Iran.

Dataran Tinggi Golan adalah sebuah batuan tinggi di baratdaya Suriah, sekitar 50 km dari ibu kota Damaskus. Israel menempati hampir semua area tersebut pada 1968 dalam perang Timur Tengah dan selanjutnya menganeksasinya. Dimana tindakan ini tidak diakui oleh dunia internasional.

IDF mengatakan bahwa empat roket dicegat oleh sistem pertahanan Israel yang dinamakan Iron Dome Israel. Dilaporkan tidak ada yang cedera dan rusak.

IDF juga telah mempublikasikan gambar satelit untuk menunjukkan sejumlah titik yang menjadi basis Iran di Suriah, yaitu:

– Instalasi di Tel Gharva, Tel Kleb, Nabi Yusha dan Tel Maqdad.

– Pasukan Quds yang berada di Kiswah, Selatan Damaskus.

– Sebuah “Gudang Logistik Iran” 10 km baratlaut Damaskus.

ADA APA DI BALIK AKSI MILITER TERBARU?

Sikap Presiden AS, Donald Trump, yang menarik diri dari perjanjian program nuklir Iran pada Selasa (8/5), sebuah perjanjian yang ditentang oleh Netanyahu, berdampak telah meningkatkan ketegangan.

Tetapi Israel semakin khawatir karena meningkatnya dukungan militer Iran di Suriah. Netanyahu mengatakan Pasukan Revolusi Iran telah bergerak untuk memperkuat persenjataan Suriah, termasuk rudal dan alutsista pengkounter pesawat yang akan mengancam pesawat tempur Israel.

Militer Israel telah mengantisipasi sebuah serangan dari kekuatan Iran, termasuk serangan terhadap Suriah beberapa bulan ini. Di antaranya Israel telah menyerang pangkalan udara di Suriah pada bulan April yang membunuh 7 pasukan Iran.

BAGAIMANA EFEK SANKSI IRAN TERHADAP BISNIS?

Keputusan dicabutnya Sanksi Iran pada tahun 2015, telah mengizinkan perusahaan besar, seperti Boeing, Airbus, Total dan Peugeot, untuk melakukan bisnis kembali.

Penerapan sanksi kembali terhadap Iran telah membuat banyak keraguan untuk sejumlah pihak. Perusahaan AS diminta untuk memberhentikan perdagangan dengan Iran dalam waktu enam bulan. Perusahaan Eropa, seperti Airbus mendapatkan dampaknya karena mereka membeli komponennya dari AS.

TRANSAKSI MILIARAN DOLAR MILIK EROPA DIPERTARUHKAN DI IRAN

Isu sanksi telah menambahkan ketegangan antara AS dan aliansinya Eropa atas kesepakatan perjanjian nuklir. Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Eropa tidak seharusnya membayar atas keputusan AS.

Perekonomian Iran disokong dari eksport minyak dan gas, tampaknya akan terkena imbas negatif akibat penerapan sanksi kembali.

Sumber: BBC

Diterjemahkan oleh Labib Syarief

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here