Saat aksi demonstrasi 98 , banyak mahasiswa yang menjadi korban represif aparat masa orde baru, mulai dari penembakan, pemukulan, penculikan, dan penghilangan terjadi saat itu. Namun, banyak cerita menarik saat tragedi tersebut, selain banyak cerita menakutkan juga ada cerita mistis.

Seorang mantan aktivis Famred (tidak mau disebut namanya)pernah bercerita pada kami, dimana saat itu terjadi kesepakatan tidak akan ada aksi represif, dan disepakati oleh beberapa aparat.

Aktivis Famred tersebut berlatar belakang santri, maka ia melantunkan shalawat badar di atas mobil dengan menggunakan toa. Sebelum ia orasi, datanglah Gus Maksum di tengah kerumunan, saat itu Gus Maksum memberikan 3 butir kacang ijo, dan dimakan oleh aktivis tersebut. Gus Maksum langsung pergi meninggalkan kerumunan demonstran.

Aktivis tersebut terus membaca shalawat badar, tiba-tiba ada laser yang mengarah ke dada, dan asalnya dari sebuah gedung. Ia hanya bisa pasrah, kalaupun mati maka biarlah mati dalam keadaan bershalawat. Akhirnya ditembak, namun peluru belok, dan yang kena adalah kawannya yang disebelah.

Ternyata Gus Maksum sudah tahu kalau aktivis Famred yang merupakan kader NU ini sedang dalam bahaya. Saat itu banyak korban berjatuhan, tembakan bukan lagi peluru karet, tapi peluru asli. Itulah salah satu karomah Gus Maksum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here