Forum Satu Bangsa (FSB) mengadakan diskusi publik yang berjudul “Ngopi Budaya:Makrifat Kanjeng Sunan Kalijaga,” pada Kamis, 30 Januari 2020 di Tebet. Dalam diskusi tersebut hadir Kanjeng Pangeran Karyonegoro (Budayawan Keraton Solo) sebagai salah satu narasumber. Ia menjelaskan tentang hubungan antara Pesantren dan Keraton.

“Kyai itu gelar dari Raja, sejarahnya seperti itu, seorang kyai ini masih keturunan raja, biasanya cucu raja, gelar pertama kali “kyai” di berikan oleh ratu Majapahit yaitu Gayatri. Beliau raja luhur yang melindungi seluruh agama, luar biasa keluhuran beliau,” jelas Pangeran Karyonegoro.

Pangeran Karyonegoro mengatakan, kyai adalah gelar yang diberikan Keraton untuk seorang pemimpin agama Islam. Ia juga mengatakan bahwa yang pertama kali mendirikan Pesantren adalah keraton.

“Sejarahnya seperti itu, biar paham anak bangsa ini, tidak awuran. Jadi titah raja yang pertama kali mendirikan Pesantren. Pesantren pertama kali di Kerajaan Majapahit,” tambah budayawan Keraton Solo ini.

Adriansyah selaku panitia mengatakan, acara diskusi ini diadakan untuk mengembalikan sinergi antara Islam dan kebudayaan.

“Syekh Subakir adalah ulama Islam asal tanah Arab yang berdakwah ke Tanah Jawa yang kemudian membangun kesepakatan dengan Eyang Sabdo Palon selaku penguasa tanah Jawa, hasil kesepakatannya bahwa Islam boleh berdakwah asalkan tidak menyingkirkan kebudayaan Jawa. Generasi berikutnya adalah Walisongo dimana salah satunya adalah Sunan Kalijaga yang membuat tatanan yang sinergi antara Islam dan budaya Jawa. Hal inilah yang menjadikan inspirasi kami untuk menginisiasi kegiatan diskusi ini, dan kelanjutannya semoga bisa menjadi perekat kembali Pesantren dan Keraton,” ujar Adriansyah.

Turut hadir sebagai narasumber, KH. Ngabehi Agus Sunyoto ( Ketua PP Lesbumi PBNU 2015-2020 ), KH. Zastrow el Ngatawi ( Ketua PP Lesbumi PBNU 2004-2009 ), dan sebagai moderator Hery Haryanto Azumi ( Ketua Umum Forum Satu Bangsa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here