*Nawacita Berkalung Sorban*

Calon wakil presiden nomor urut 01 KH. Ma’ruf Amin telah berhasil merebut hati jutaan umat Islam Indonesia, khususnya dari kalangan nahdliyin, sebelum Pilpres 2019 resmi digelar.

KH. Ma’ruf Amin sukses memicu terjadinya gelombang besar kebangkitan Nahdlatul Ulama yang keeempat setelah era revolusi fisik yang ditandai oleh resolusi jihad, disusul kiprah NU menggalang kekuatan menumpas pemberontakan anti-NKRI, dan era reformasi yang mengantar KH. Abdurrahman Wahid menjadi presiden.

Sejak resmi ditetapkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo, KH. Ma’ruf Amin terus bergerilya, bergerak membangunkan kekuatan besar NU yang selama ini terkesan membisu dalam kesunyian, tertutup selimut ekspresi keagamaan Islam lain yang bertolak belakang dengan NU, tapi begitu beringas menunjukkan eksistensinya melalui berbagai sarana komunikasi publik.

Perlahan tapi pasti KH. Ma’ruf Amin menyadarkan NU, betapa organisasi massa ini memendam potensi amat besar untuk ikut memberikan sumbangsih nyata membangun bangsa, menjadikan Republik Indonesia kembali disegani di antara bangsa-bangsa di dunia, mewujudkan Islam rahmatan lil alamin di Bumi Pertiwi.

Dunia santri kembali bergairah dari mulai Aceh sampai dengan Papua. Santriwan dan santriwati, representasi generasi muda dari keluarga muslim kelas menengah ke bawah, yang biasa mengenakan sarung, peci hitam dan sandal jepit, mulai tersenyum riang. Kiyai kampung terpanggil untuk ikut bersuara menentukan arah pembangunan Indonesia,
pesantren-pesantren di pelosok nusantara yang selama ini nyaris tak terdengar keberadaanya, disambangi KH. Ma’ruf Amin. Pelajar dan mahasiswa NU di dalam maupun di luar negeri, termasuk para alumninya, mulai bahu-membahu menggalang dukungan untuk K.H. Ma’ruf Amin.

Jamaah-jamaah tarekat besar nusantara Naqsyabandiyah dan Syattariyah dan lainnya, dengan jumlah massa jutaan, kompak melantunkan doa untuk kemajuan Indonesia. Aneka sholawat bergemuruh setiap menyambut kedatangan KH. Ma’ruf Amin. Mars NU ciptaan kyai legendaris KH. Wahab Hasbulloh, Ya Lal Wathon yang patriotik itu, menggema di seantero tanah air, memicu gelora di dada, membuat gemetar siapa saja yang mendengarnya.

Ketokohan dan nama besar KH. Ma’ruf Amin benar-benar teruji sebagai penjaga martabat Islam di negara kita tercinta. Dilihat dari realitas yang centang perenang ini, Pilpres 2019 jelas akan menjadi pertaruhan, khususnya bagi umat Islam Indonesia dari kalangan NU, apakah akan menyerahkan marwah NU ke tangan pasangan sekuler Prabowo-Sandi, atau menitipkan amanat perjuangan pada kombinasi nasionalis-religius Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin.

Joko Widodo sendiri selaku petahana sudah menggemakan visi besarnya untuk periode kedua pemerintahan, dengan menyebutnya sebagai Nawacita Jilid II yang akan lebih memusatkan perhatian pada pembangunan manusia Indonesia.

Dengan terpilihnya pasangan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin nanti, peluang untuk mengawinkan Nawacita II dengan nilai-nilai keislaman yang khas nusantara akan terbuka sangat lebar. Sebuah kombinasi indah yang mari kita sebut sebagai Nawacita Berkalung Sorban.

(Ki Saila Khan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here