*INILAH HASIL ITTIFAQ PARA ALIM ULAMA PENGASUH PONDOK PESANTREN DI JEMBER*
AHAD, 17 PEBRUARI 2019.
*Sembilan Alasan Pilih Jokowi- Ma’ruf Amin*

KH. Ma’ruf Amin telah didapuk menjadi calon wakili presiden mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019. Para Kyai dan Habib dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) menyusun sejumlah alasan untuk meneguhkan pilihan pada pasangan Jokowi – KH. Ma’arif Amien. Para Kyai dan Habaib merumuskan ada 9 Alasan Memilih Jokowi-Ma’ruf Amin. Berikut ini alasannya:

*Pertama,* tidak ada tokoh NU yang berhasil menjadi calon presiden pada pemilihan tahun ini. Namun, KH. Ma’ruf Amin sebagai Rois Am NU ditetapkan sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi. Dengan memperhatikan kaidah ilmu fiqih: Maa laa yudroku kulluhu laa yutraku kulluhu, “Sesuatu yang tidak dapat dicapai seluruhnya, janganlah ditinggalkan semuanya”, maka perjuangan warga NU kini terfokus pada Wakil Presiden.

*Kedua,* Jokowi dan Prabowo, dari segi keagamaan masih lebih baik Jokowi. Hal ini dapat dilihat dari rekam jejak selama ini Jokowi tampak lebih agamis dengan sikapnya yang rajin sholat tepat , pintar mengaji dan memiliki latarbelakang NU kultural.

*Ketiga,* kita sebagai warga NU sudah menetapkan akan memilih tokoh yang berfaham Ah-lussunnah wal Jama’ah/NU jauh sebelum KH. Ma’ruf Amin ditetapkan sebagai cawapres.

*Keempat,* KH. Ma’ruf Amin bukan sekedar tokoh NU, tetapi beliau adalah Rois Am yang mampu memperjuangkan Manhaj NU dalam suasana politik dan kenegaraan saat ini. Beliau adalah negarawan yang sudah teruji ke-NU-annya dan amal kenegarawanannya.

*Kelima,* faktanya, ternyata yang bersedia bekerjasama dengan tokoh NU tersebut adalah PKB, PPP, PDIP, GOLKAR, HANURA, PSI, PKPI, dan PERINDO mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden adalah Jokowi-KH. M’ruf Amin. Sedangkan pasangan yang lainya tidak mengambil tokoh NU.

*Keenam,* integritas, visioner dan kompetensi KH. Ma’ruf Amin dalam masalah keagamaan, ke-Aswaja-an dan kenegarawanan tidak perlu diragukan lagi, sehingga cukup aman untuk menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi warga nahdiyyin. Dan KH. Ma’arif Amin adalah keturunan dari Syekh Nawawi Al Bantani yang kitab kitab nya di ajarkan di Pondok Pondok Pesantren

*Ketujuh,* hubungan warga nahdiyyin dengan kelompok nasionalis dengan ini berjalan dengan baik, bahkan kalau berpasangan dengan (capres) nasionalis, maka urusan keagamaan akan diatur oleh NU, sehingga bahaya dari aliran-aliran yang tidak sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dapat diperkecil. Bersamaan dengan itu, kebangkitan nasionalisme Indonesia akan ditopang dengan pemikiran Islam yang moderat.

*Kedelapan,* KH. Ma’ruf Amin dapat mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pengembangan ekonomi syariah , serta mampu menjaga aset-aset nasional tanpa menimbulkan keguncangan hubungan internasional.

*Kesembilan,* Indonesia saat ini, tengah terancam berbagai keguncangan. Baik itu politik, ekonomi, hukum, teritorial dan terorisme. Maka, diperlukan pasangan pemimpin negara yang mampu meredam konflik dan tidak menjadi sumber konflik. Jokowi-Ma’ruf Amin secara bersama-sama berkemampuan untuk menghindarkan Indonesia dari konflik agama di Indonesia. 

Demikian, hasil keputusan pertemuan para Kyai dan Habaib di PP. Nurul Islam Antirogo Jember, 17 Pebruari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here