Anggota DPD RI, Jimly Asshiddiqie, menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) di Jimly School, Gedung Sarinah lantai 9, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat (18/07/2020).

Dalam kegiatan tersebut Jimly menyinggung soal politik dinasti yang terjadi di Indonesia.

Menurut Jimly situasi yang terjadi saat ini terjadi konflik kepentingan dan percampuradukan antara bisnis dan politik inilah yang dinamakan oligarki sehingga kata dia “Oligarki ditambah dinasti inilah ancaman kualitas dan integritas demokrasi kita dalam jangka panjang” ungkapnya.

Jimly kemudian mengajak para mahasiswa yang hadir dalam Sosialisasi 4 Pillar itu turut ambil bagian dalam upaya melakukan reformasi.

“Ini yang harus anda pahami, karena upaya untuk refomasi kebudayaan ada ditangan anda ini, Reformasi yang kemarin itu belum mereformasi kebudayaan baru reformasi struktural dan itupun belum selesai sampai sekarang” kata Jimly

Kebudayaan kita belum reform, bahkan kata Jimly Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) saja tinggal korupsinya yang dibicarakan itupun kata Jimly digergaji.

“Kolusi, Korupsi dan Nepotisme, Kolusi tambah maju sekarang, Nepotismenya tambah berkembang, kembang biak pula, anti korupsinya dibicarakan itupun dikerjain terus” papar Jimly.

Pesan Jimly kepada audiens untuk “Pegang Teguh Pancasila Sebagai Landasan Memajukan Peradaban Indonesia.”

Prof Jimly menawarkan gagasan teori Quadro Politica macro & micro menyangkut outer structure of power dan inner structure of power. Dalam arti makro Kekuasaan NEGARA meliputi kekuasaan (1) negara dalam arti sempit (state), (2) masyarakat madani (civil society), (3) dunia usaha di pasar (market) & (4) media. Sedangkan arti mikro meluputi institusi kekuasaan (1) eksekutif (2) legislatif, (3) judikatif & (4) cabang campuran. Ke-8 domain kekuasaan inilah merupakan struktur kekuasaan NEGARA dalam arti luas sebagai wadah bersama kehidupan BANGSA. Membangun NEGARA DAN BANGSA dengan huruf BESAR tidak sama dengan membangun ekonomi pasar, membangun masyarakat ataupun membangun pemerintahan negara dalam huruf kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here