Jakarta (02/07)— Warga Nahdliyyin (NU) dalam Pilpres 2019 menurut survey Master C1 Portal KMA menyatakan bahwa sebanyak 40% dari raihan suara yang diraih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin disumbang oleh warga NU.

Sedangkan menurut Lingkaran Survei Indonesia Denny JA menyatakan bahwa tren elektabilitas pemilih dari kalangan NU paling istiqomah ketimbang ormas lainnya. Warga NU tetap stabil dikisaran 64,1%.

Hal ini mendorong Presidiun Pusat Majelis Alumni Ikatan Pelajara Nahdlatul Ulama (MA-IPNU) mengadakan Sinergi Sumber Daya yang tersebar di seluruh Indonesia. Sinergi ini dirangkum dalam event Halaqah dan Silatnas ke-8 di Sumedang Jawa Barat pada 6-7 Juli 2019.

Dalam Silatnas tersebut, diharapkan akan menghasilkan rekomendasi ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas kader-kader muda NU potensial yang siap mengisi slot kepemimpinan nasional 2019-2024. “Kita mempunyai banyak kader yang tersebar diberbagai lini kehidupan bangsa ini, dari politisi nasional, tokoh pendidikan dan pesantren serta birokrat diberbagai lembaga pemerintah,” kata Ketua Presidium Pusat MA-IPNU, Hilmi Muhammadiyah.

Untuk diketahui, dalam Halaqah dan Silatnas ke-8 itu direncanakan akan dihadiri oleh Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, Prof. Dr (Hc) KH. Ma’ruf Amin di Pendopo Negara Kabupaten Sumedang yang dipimpin oleh kader MA-IPNU, Dony Ahmad Munir sebagai Bupatinya.

Selain itu, diantara para alumni lainnya yang akan hadir di Pendopo Gedung Negara Kabupaten Sumedang selain Bupati Sumedang yang merupakan kader MA-IPNU, Silatnas itu juga akan dihadiri oleh kader-kader MA IPNU lainnya seperti Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, Wakil Ketua Umum MUI KH Zainut Tauhid, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wabup Blora Arif Rohman , Mantan Ketua KPAI atau Deputi Kepemudaan Kemenpora Asrorun Niam Sholeh dan beberapa alumni dari seluruh daerah di Indonesia.

“Semua kader muda potensial dari MA-IPNU ini semua sangat layak mengisi kekosongan dan siap pakai dalam hal pembangunan bangsa dan kepemimpinan nasional. Mereka ini masih genuine, kompeten dan sebagian bukan kader Parpol,” kata Hilmi Muhammadiyah.

Artinya, kata Hilmi, Jika seandainya hari kedepan ini pasangan Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin ini mencari kader diluar kader Parpol, MA-IPNU sudah menyiapkan kader siap pakai dan masih muda. Karena sebagaimana dalam sambutannya, Jokowi menyatakan bahwa negara ini harus dibangun bersama-sama. Tidak hanya kader terbaik dari Partai Politik saja. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here