Berikut adalah 3 hal yang menjadi pintu masuk Setan untuk menggoda manusia dan menggelincirkannya ke tempat yang hina:

1. Menumpuk Harta
Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa kebiasaan menumpuk harta memang harus diwaspadai, karena disitulah salah satu pintu masuk Setan. Namun, menumpuk harta disini adalah yang menyebabkan seseorang tidak mau bersedakah, sedangkan yang digunakan untuk sedekah itu baik. Haitamah ibn Abdurrahman mengatakan, maka tidak akan mengalahkan Setan dalam tiga hal: Pertama, dalam mengambil harta dengan jalan yang tidak benar. Kedua, membelanjakan dengan boros. Ketiga, mencegah diri untuk memberikan hak orang lain.

Sufyan Tsauri mengatakan, senjata Setan yang paling efektif untuk menggoda manusia adalah sikap takut miskin, sehingga manusia menuju sikap batil, pelit, berbicara dengan hawa nafsu, punya sangkaan yang buruk pada Allah.

2. Pasar

Salah satu penyakit orang kikir adalah tamak untuk berada terus menerus berada di pasar untuk menumpuk harta. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa pasar adalah tempat Setan mengeram. Ini adalah kritik terhadap orang yang melakukan aktivitas ekonomi yang salah.

Dalam fiqih tasawuf, orang yang sering hang out di pasar akan kehilangan harga diri, jauh dari sikap adil, maka susah diterima fatwanya dan dalam periwayatan hadits. Namun bukan berarti berdagang di pasar tidak boleh, yang dikritik adalah orang yang berdagang sampai melalaikan ibadah dan melakukan hal curang.

Sesungguhnya saat Iblis diusir dari Surga ke Bumi, ia lalu minta rumah. Kemudian Allah memberi Iblis rumah berupa tempat mandi sauna (hamam). Iblis kemudian minta majelis, lalu Allah memberikan pasar dan tempat nongkrong dipinggir jalan. Iblis juga minta makanan, lalu diberikan segala makanan yang tidak disebut nama Allah. Iblis minta minuman, akhirnya diberikan segala yang memabukan. Iblis minta alat musik, lalu diberikan suling. Iblis minta kitab, diberikan puisi. Iblis minta hadits, diberikan kebohongan. Iblis minta tempat berburu, lalu diberikan perempuan. Semua itu menjadi haram ketika membuat seseorang menjadi lalai, namun juga ada ulama yang menolak keras semuanya.

3. Sikap Fanatisme Agama

Salah satu pintu Setan yang besar adalah fanatisme aliran dan pendapat. Mereka dengki dengan yang beda pendapat, merendahkan dan menjelekkan. Imam Al-Ghazali mengkritik ulama ahli fiqih di Andalusia Spanyol yang mengumpulkan harta dengan ilmunya, karena saat itu ahli fiqih seperti seorang lawyer di masa sekarang, sehingga memunculkan reaksi dengan pembakaran kitab Ihya karangan Imam Al-Ghazali.

Sikap orang fanatik akan merasa senang dengan sikap tersebut, merasa membela agama, padahal ia mengikuti jalan Setan.

Sumber: Kajian Kitab Ihya oleh Ulil Abshar Abdalla

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here