Oleh Labib Syarief

Asian Games adalah ajang perlombaan berbagai cabang olahraga antar negara di regional Asian. Asian Games tahun 2018 adalah Asian Games ke-2 Indonesia yang sebelumnya telah diselanggarakan tahun 1962 pada saat Presiden Soekarno.

Asian Games pada tahun 1962 merupakan implementasi semangat Bung Karno untuk memperkenalkan dan mengangkat martabat Indonesia di dunia internasional sejak merdeka pada tahun 1945. Padahal pada saat itu, sempat muncul keraguan akan keberhasilan Indonesia menyelenggarakan event lima tahunan ini. Sebab pada saat itu Indonesia baru saja merdeka dengan umur 13 tahun. Tetapi Bung Karno berhasil mengadakan Asian Games yang ditandai dengan sejumlah pembangunan, di antaranya adalah stadion terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini, yaitu Gelora Bung Karno (GBK).

56 tahun berlalu, Asian Games kembali dilakukan di bumi pertiwi. Menurut KJ. Holsti, pemikir konsep kebijakan luar negeri, baik semangat dan kepentingan Asian Games masa Soekarno maupun Asian Games masa Jokowi, memiliki kepentingan yang sama saja, yaitu mengangkat citra Indonesia di dunia internasional, khususnya di Asia.

Bagi KJ. Holsti, meningkatkan prestise adalah salah satu kepentingan dalam tujuan jangka menengah dari kebijakan luar negeri sebuah negara. Asian Games adalah realisasi tujuan jangka menengah Indonesia. Begitu setidaknya menurut KJ. Holsti.

Penjelasan KJ. Holsti terkait mengangkat citra Indonesia di dunia internasional ini sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi saat Sidang Tahunan di Gedung DPR/MPR pada Kamis (16/8/2018), yaitu:

“Sebagai bangsa yang besar, sebagai salah satu mutiara terindah di Asia dan dunia, Indonesia harus menggunakan Asian Games dan Asian Para Games untuk menunjukkan pada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah tuan rumah yang baik, bangsa yang berprestasi, bangsa juara, dan menjunjung tinggi fair play. Kita tunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi yang terdepan dalam mengangkat posisi Asia di dunia,” tutur Jokowi.

Pembangunan citra bangsa Indonesia dalam kebijakan luar negeri melalui Asian Games 2018, sudah pasti terdapat kepentingan untuk Indonesia itu sendiri. Contoh dari segi ekonomi dalam jangka pendek, sebagaimana event internasional lainnya seperti Piala Dunia, Asian Games juga diharapkan akan menjadi stimulus pendapatan untuk peekonomian Indonesia.

Sedangkan dengan diadakannya Asian Games dalam jangka menengah dan panjangnya adalah semakin dikenalnya sektor wisata dan budaya Indonesia. Pengenalan dua sektor ini ke dunia internasional dilakukan secara nyata maupun virtual (dunia maya). Pengenalan secara nyata yaitu dengan memperkenalkan langsung soal wisata dan budaya kepada banyaknya atlit, penonton, official dari negara lain. Sedangkan jika melalui dunia maya, yaitu dengan melalui medium seperti internet dan televisi. Jika budaya dan wisata Indonesia semakin dikenal masyarakat internasional, maka wisata dan budaya Indonesia akan menjadi alternatif warga negara lain dalam pilihan destinasi wisata. Hal ini kelak juga akan menambahkan pemasukkan ekonomi Indonesia.

Selain itu, masih dalam segi ekonomi, dengan adanya Asian Games 2018 diharapkan nantinya dalam jangka menengah akan menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Selanjutnya dari segi politik, kita dapat melihat secara langsung dampak positif dari Asian Games 2018, yaitu saat upacara pembukaan Asian Games 2018 yang dilaksanakan di GBK pada Sabtu (18/8/2018). Dimana kontingen Korea Utara dan Korea Selatan bersatu dalam satu bendera Unifikasi Korea. Cabang olahraga di Asian Games 2018 yang diikuti oleh satu bendera Unifikasi Korea ini adalah basket putri, kano dan dayung. Hal ini merupakan cerminan jelas bahwa Asian Games 2018 memberi efek psoitif dalam kemajuan perdamaian bagi kedua Korea. Sehingga secara tidak langsung Indonesia juga telah berhasil mengimplementasikan UUD 45 yakni soal perdamaian dunia dalam Asian Games 2018 ini.

Untuk diketahui, adalah kali kedua bagi kontingen dua Korea dalam naungan satu bendera Unifikasi dalam ajang olahraga internasional di tahun 2018. Sebelumnya dua Korea juga dalam satu bendera unifikasi saat olimpiade musim dingin pada Februari lalu yang turun pada cabang hoki es putri.

Masih dari segi politik, dengan diadakannya Asian Games, (hingga sukses sampai closing nanti) setidaknya telah membangun citra Indonesia semakin baik di dunia internasional. Pembangunan citra ini penting, sebab track record yang baik itu ditujukan untuk menaikkan kepercayaan Indonesia di dunia internasional. Sebagai contoh apabila Indonesia dalam sidang PBB mengajukan sebuah resolusi, dengan adanya pembangunan citra yang baik melalui Asian Games 2018 tersebut, Indonesia dapat semakin mudah disetujui banyak negara atas pengajuan resolusinya (Re: Indonesia semakin memiliki pengaruh). Misalnya Indonesia mengajukan resolusi di bidang kemanusiaan, seperti mendukung kemerdekaan Palestina dan perdamaian dalam sebuah konflik hanya melalui diplomasi duduk bersama. Maka Indonesia dapat dengan mudah meloloskan resolusi tersebut.

Kepentingan politik lainnya dari meningkatnya citra Indonesia karena Asian Games 2018 dapat juga terkait perpanjangan anggota tidak tetap DK PBB, yang saat ini Indonesia juga sedang memegang amanah itu.

Terakhir dari segi budaya, dalam acara pembukaan Asian Games di GBK hari minggu (18/8/2018) yang banyak menampilkan budaya asli Indonesia, maka Indonesia telah berhasil memasukkan pesan budayanya ke dunia Internasional. Penampilan budaya Indonesia dalam pembukaan Asian Games 2018 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya namun tetap bersatu dan damai. Hal inilah yang akan memunculkan identitas khusus Indonesia dalam pandangan dunia internasional. Identitas ini dapat membuat ketertarikan negara lain belajar kepada Indonesia.

Beberapa sudut pandang yang penulis tuangkan di atas merupakan cakupan dalam studi Hubungan Internasional (HI). Pada intinya penulis sangat positif dan apresiasi atas penyelenggaraan Asian Games 2018 di negeri kita tercinta ini. Sebab sangatlah wajar sebagai warga Indonesia dan anak bangsa, bangga dengan tanah airnya melalui acara besar berskala internasional ini. Kebanggaan akan tanah air adalah refleksi cinta tanah air, tempat lahir dan bernaung seluruh rakyat Indonesia.

Maju terus Indonesia-ku !!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here